Breaking News:

Gandeng PT Cartenz Technology Indonesia, Pemkot Bogor Siap Luncurkan Aplikasi Jejak

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menandatangani kerjasama MoI dengan PT Cartenz Technology Indonesia untuk menyediakan aplikasi Jejek.

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Persandian (Diskominfostandi) Kota Bogor Rahmat Hidayat setelah mengikuti penandatanganan MoU kerjasama peluncuran aplikasi Jejak, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menandatangani kerjasama MoI dengan PT Cartenz Technology Indonesia 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Menindak lanjuti kerjasama peluncuran aplikasi Jejak, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menandatangani kerjasama MoI dengan PT Cartenz Technology Indonesia untuk menyediakan aplikasi Jejak.

Selanjutnya Pemkot Bogor akan membuat peraturan wali kota (perwali)

"Kaitan dengan aplikasi Jejak ini membantu kami men-tracking masyarakat yang jalan-jalan, sehingga bisa terdeteksi," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Ade Sarif Hidayat usai penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) di gedung Bapeda, Kota Bogor, Kamis (13/8/2020).

Nantinya aplikasi Jejak akan dipasang di sejumlah venue seperti mall, restoran, pasar hingga tempat hiburan.

Aplikasi itu, kata Ade, mampu mendeteksi orang yang akan memasuki venue positif atau negatif Covid-19.

Aplikasi Jejak dapat diunduh melalui Play Store.

Untuk dapat mengakses Jejek, masyarakat harus melakukan pendaftaran dengan memasukkan nama, NIK dan berfoto selfi.

Di lokasi yang sama Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Persandian (Diskominfostandi) Kota Bogor Rahmat Rahmat Hidayat mengatakan bahwa peluncuran aplikasi jejak juga melibatkan beberapa dinas.

"Karena aplikasi jejak ini melibatkan beberapa perangkat daerah, seperti Disperindag (Dinas Perindustrian dan Perdagangan) yang mengelola pusat perdagangan moderen, kemudian Perumda PPJ (Pasar Pakuan Jaya)  yang mengelola pasar tradisional, dan Dinas Pariwisata terkait hotel dan restoran," ucap Rahmat.

Selain itu, Pemkot Bogor juga melibatkan Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk memanfaatkan data orang terkait positif Covid-19.

"Kami membutuhkan Dinkes untuk data terkonfirmasi positif, jadi akan dikembangkan untuk mengidentifikasi pasien terkonfirmasi atau suspek yang berkeliaran ke tempat kerumunan," jelasnya.

Rahmat menjelaskan saat ini pihaknya masih membuat regulasi dalam bentuk perwali yang akan diterbitkan pada masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved