Breaking News:

Jangan Percaya, Gonti-ganti Merek Oli Bisa Merusak Mesin Ternyata Cuma Mitos

Menurut Didi, setiap produsen kendaraan hampir tidak pernah menyarankan penggunaan merek tertentu.

Kompas.com
Ilustrasi oli mesin motor. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Seringkali kita mendengar anggapan masyarakat seputar larangan gonta-ganti merek oli.

Bila dilakukan, salah satu dampak yang diyakini terjadi, adalah kurang optimalnya kinerja mesin.

Dealer Technical Support Dept. Head PT Toyota Astra Motor Didi Ahadi\ mengatakan, mitos seputar larangan ganti-ganti merek oli tidak benar.

Sepanjang spesifikasi oli masih sama, pemilik kendaraan bebas untuk mengganti merek oli sesuai dengan yang disukainya.

“Tidak masalah bila pemilik kendaraan ingin mengganti oli A atau B karena faktor promosi, harga, atau karena ingin mencoba kualitas yang lebih baik,” ujar Didi kepada Kompas.com.

Menurut Didi, setiap produsen kendaraan hampir tidak pernah menyarankan penggunaan merek tertentu.

Karena saran yang diberikan lebih ke jenis oli.

Untuk jenis oli inilah yang diharapkan Didi diperhatikan oleh pemilik kendaraan.

“Jangan sampai mobilnya diharuskan menggunakan oli kadar SAE 10-40, tapi malah memakai kadar SAE 0-20 karena lagi ada produk baru. Padahal belum cocok untuk kendaraan,” katanya.

Meski tidak mempermasalahkan gonta ganti merek oli, Didi mengatakan sangat jarang menemukan konsumen yang demikian.

Sebab, konsumen dianggap punya kecenderungan loyal terhadap merek oli yang digunakannya.

“Karena kalau konsumen sudah yakin dengan pilihannya pasti dia akan merasa enggan untuk mengganati dengan merek lain,” tuturnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mitos atau Fakta, Gonti-ganti Merek Oli Bisa Merusak Mesin?"

Editor: Vivi Febrianti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved