Istri Muda Tewas Berlutut Dekat Truk, Ribut dengan Suami pada Senin Malam, Kaca Rumah Sampai Pecah

Kondisi rumah tangga sang istri muda, Arini dengan suaminya M ini menjadi bukti yang menguak teka teki kematian korban yang sempat diduga gantung diri

Penulis: Uyun | Editor: Damanhuri
kolase TribunnewsBogor.com dari Youtube Serambi Indonesia
Istri Muda tewas berlutut dekat Truk, tetangga bongkar keributan pada Senin malam 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM  - Seorang istri muda bernama Arini (35) ditemukan tewas sambil berlutut di dekat Truk suaminya, M (40).

Tetangga korban pun mengungkapkan kejadian pada Senin (10/8/2020) malam, sebelum Arini ditemukan tewas yang ternyata sempat bertengkar dengan suaminya.

Kondisi rumah tangga sang istri muda, Arini dengan suaminya M ini menjadi bukti yang menguak teka teki kematian korban yang sempat diduga gantung diri.

Awalnya sang tetangga, Ibadurahman yang hendak pergi ke ladang melihat Arini (35) berlutut di samping Truk suaminya yang terparkir di depan rumah.

Kejadian itu terjadi pada Selasa (11/8/2020) pukul 08.00 WIB. Tetangga ini mengira Arini sedang memperbaiki Truk suaminya.

Namun keganjilan mulai terjadi. Pasalnya, keesokan harinya Ibadurrahman kembali memergoki Arini masih dalam posisi yang sama di dekat Truk.

Penasaran, Ibadurrahman pun menghampiri Arini bersama istrinya, Faridah.

Saat dibangunkan oleh Farida 'Kak, kak', Arini istri muda M ini tak menyahut.

Begitu melihat Arini lebih dekat, betapa syoknya Farida dan Ibadurrahman.

Hal tersebut karena Arini sudah ditemukan tewas, leher istri muda M ini terlilit tali yang tergantung di dinding Truk.

2 Hari Wanita Ini Berlutut, Dikira Lagi Perbaiki Mobil Suami, Setelah Dicek Ternyata Sudah Meninggal

Terungkap Misteri Kematian Wanita yang Tergantung di Samping Truk, Suaminya Diamankan Polisi

Melihat penampakan tersebut, Ibadurrahman dan Farida segera menghubungi aparat Polsek Bukit dan kepala Kampung Karang Rejo.

Mereka mengira Arini ini tewas karena gantung diri di dekat Truk suaminya.

Tempat Kejadian Perkara pun dipadati oleh Warga Dusun Karang Anyar, Kampung Karang Rejo, Kecamatan Bukit, Bener Meriah, Aceh.

Unit Identifikasi Polres Bener Meriah lantas datang ke TKP dan mengevakuasi  jenazah ke RSUD Muyang Kute Bener Meriah untuk divisum.

Lokasi kejadian penemuan seorang wanita bernama Arini (30) yang tergantung di mobil truk milik suaminya M (40) yang terparkir di halam rumahnya di Kampung Karang Rejo, Dusun Karang Anyar, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, Rabu (12/8/2020)
Lokasi kejadian penemuan seorang wanita bernama Arini (30) yang tergantung di mobil truk milik suaminya M (40) yang terparkir di halam rumahnya di Kampung Karang Rejo, Dusun Karang Anyar, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, Rabu (12/8/2020) (SERAMBINEWS.COM/ BUDI FATRIA)

Hasil visum bukan gantung diri, tapi dibunuh suami

Berdasarkan penyelidikan polisi, meski ditemukan dalam kondisi tergantung penyebab kematian korban bukanlah gantung diri.

Polisi mengatakan, Arini tewas akibat dibunuh, sebab ditemukan sejumlah luka pada tubuh korban.

Dilansir Kompas.com (13/8/2020), Kasat Reskrim Bener Meriah, Iptu Rifki Muslim mengatakan, kematian Arini dianggap tidak wajar oleh penyidik.

Setelah melakukan olah TKP dan mewawancarai suami korban, M (40), polisi kemudian menetapkan suami korban sebagai tersangka atas pembunuhan istri mudanya.

Mulanya tersangka tidak mengakui telah membunuh istri mudanya, ia memastikan hanya memukulnya.

Namun setelah dicecar berbabgai pertanyaan, suami mengaku membunuh istri mudanya, pada Senin (10/8/2020) malam.

ilustrasi
ilustrasi (net)

Istri Muda Tewas Berlutut dan Tergantung di Samping Truk Suami, Tetangga Dengar Ini Malam Sebelumnya

Sempat Curhat ke Anak Gadisnya

Sebelum tewas dibunuh pada Senin malam, Arini sempat menelepon putrinya, Uan Maharani (17) pukul 19.00 WIB.

Dari balik telepon, Uan mendengar ibunya bercerita sudah tak tahan tinggal bersama suaminya M di Dusun Karang Anyar, Kampung Karang Rejo.

“Mama di sini enggak tahan dek. Mama pengen pulang. Mama di sini dipukuli dek,” ucap Arini seperti ditirukan Uan.

Melihat ibunya hidup tersiksa di kampung orang, Uan memintanya untuk pulang ke Deli.

i
Uan Maharani (17), ditemani neneknya, menunggu jenazah ibu kandungnya, Arini, di RSUD Muyang Kute Bener Meriah, Kamis (13/8/2020). (Serambi Indonesia/Budi Fatria)

Mata Uan berkaca-kaca karena tak sempat menanyakan kapan kepulangan ibunya itu dari Bener Meriah.

Tahu-tahu, Uan menyaksikan mayat ibunya sudah tergolek di RSUD Muyang Kute Bener Meriah pada Kamis (13/8/2020).

Seringkali Uan melihat ibunya menuliskan kata-kata sedih di status WhatsAppnya.

Ia terakhir kali bertemu ibunya setahun yang lalu. Selama tinggal bersama suaminya di Bener Meriah, Arini memang tak pernah pulang ke Medan.

Kabar kematian Arini didapat keluaga dari telepon majikan ibunya.

Uan tak sendiri menjemput jasad ibunya, tapi diantar nenek, paman, dan anggota keluarga lain.

“Jenazah mama akan disalatkan di sini, setelah itu baru dibawa ke Medan untuk dikebumikan,” terang Uan.

Arini merantau dari Medan pada 2016, setelah suami dan ayah Uan meninggal dunia.

Paman Arini yang mendampingi Uan mengaku, sejak awal tak setuju keponakannya itu menikah dengan tersangka.

Uan berharap pelaku pembunuhan ibu kandungnya mendapat hukuman setimpal.

Suasana Penggalian Makam Misterius di Rumah Penganiaya Istri Muda, Warga Padati Lokasi

Tersebab Utang Piutang

Sehari setelah penemuan mayat Arini, polisi mendapatkan motif M tega membunuh istri mudanya yang dinikahi pada 2018 silam.

Hasil penyidikan, Sat Reskrim Polres Bener Meriah memastikan Arini dibunuh M pada Selasa sekitar pukul 04.00 WIB.

Kapolres Bener Meriah AKBP Siswoyo Adi Wijaya melalui Kasat Reskrim Iptu Rifki Muslim SH menjelaskan, penyidik telah menetapkan M sebagai tersangka pembunuhan Arini.

Menurut Rifki, korban meminta pisah ranjang dengan suaminya. Tapi, ia juga meminta M mengembalikan uang Rp 37 juta dan 2 unit hape yang dipinjamnya.

Sebagai jaminan, Arini menahan kunci truk yang terparkir di halaman rumah. Keduanya sempat tarik menarik dan di sinilah pemicu keduanya ribut besar.

Kedua orang ini yang Samsudin lihat pada Senin malam bertamu ke rumah Arini.

Mereka bertiga kemudian pulang dari sana. Rupanya, Arini mengejar dari belakang karena merasa permasalahan dengan M belum selesai.

Akhirnya, M dan Arini kembali masuk ke dalam rumah itu. Sedangkan MN dan DP menunggu di pinggir jalan yang jaraknya sekitar 20 meter.

Ilustrasi Pembunuhan
Ilustrasi Pembunuhan (Pixabay.com)

"Tersangka dan korban kembali lagi masuk ke dalam rumah itu untuk menyelesaikan permasalahan hutang-piutang, di situlah terjadi eksekusi,” beber Rifki.

Tersangka tidak mengakui telah membunuh Arini. Ia memastikan hanya memukulnya.

M tak bisa berkelit lagi karena saat mencekik Arini dilihat oleh DP, anaknya.

"Menurut keterangan saksi-saksi, tersangka sendiri yang menggantung korban di bak truk tersebut, seolah-olah korban bunuh diri,” sambung dia.

Hasil visum, terdapat luka di mulut, tangan, dan kaki korban. Arini meninggal kehabisan oksigen karena lehernya dijerat tersangka menggunakan jilbab.

"Tersangka sekarang ini sudah kita tahan di Mapolres Bener Meriah,” tegasnya.

Sedangkan istri tertua tersangka dan anaknya, yakni MN dan DP tidak ditahan karena sangat kooperatif dan membantu polisi mengungkap kasus ini.

Kesaksian Pemilik Warung Dengar Suara Tembakan Sebelum Lihat Pria Tewas : Kirain Ban Truk Pecah

Malam pembunuhan istri muda, pada Senin

Samsudin masih terjaga pada Senin (10/8/2020) malam. Ia menyaksikan seorang perempuan didampingi anaknya bertamu ke rumah Arini.

Perlahan, terdengar suara benturan keras dari rumah kayu Arini menembus dinding rumah Samsudin yang hanya berjarak tiga meter.

Ia tidak bisa memastikan suara benturan itu dari dinding rumah atau truk. Tapi, semakin lama semakin keras suara gaduh terdengar dari dalam rumah.

"Mana kunci mobilku," teriak M seperti yang Samsudin dengar malam itu. "Mana hapeku dulu!" balas Arini.

ilustrasi
ilustrasi (Tribunnews.com)

Di tengah suami istri ini ribut, Samsudin mendengar suara kaca rumah pecah.

Baru dua bulan ini Arini tinggal di rumah itu. Sebelumnya, ia dan suami tinggal di rumah kontrakan yang letaknya hanya sekitar 10 meter dari rumah sekarang.

Bukan kali ini saja Samsudin mendengar Arini dan M terlibat adu mulut di rumahnya hingga terdengar sampai ke rumah tetangga.

Sosok Arini ramah terhadap tetangga, tapi suaminya cuek dan tidak pernah bertegur sapa.

"Kalau bertemu muka, dia (suami korban) hanya sekedar basa basi, tidak pernah ngobrol dengan saya,” aku Samsudin.

Ia tak menyangka hidup Arini harus berakhir tragis, tergantung di dinding truk suaminya.

"Rupanya korban sudah di situ sejak kemarin (Selasa, red), saya tidak tahu. Baru hari ini (Rabu, red) saya tahu dia sudah meninggal dunia,” kata dia.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved