Warga Dilarang Mandi di Sungai yang Keruh

Arman Riyanto mengimbau agar masyarakat yang beraktifitas di area sungai harus tetap waspada.

Penulis: Yudistira Wanne | Editor: Damanhuri
TribunnewsBogor.com/Yudistira Wanne
Danru 1 Rescue Damkar Kabupaten Bogor, Arman Riyanto 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Yudistira Wanne

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Komandan Regu (Danru) 1, Damkar Cibinong, Kabupaten Bogor, Arman Riyanto mengimbau agar masyarakat yang beraktifitas di area sungai harus tetap waspada.

Arman mengatakan bahwa untuk meminimalisir kecelakaan ataupun kejadian yang tidak diinginkan, masyarakat diimbau untuk tidak berenang ataupun beraktifitis di tengah sungai.

"Imbauannya selalu mengutamakan keselamatan. Terutama apabila air sungai sudah berubah mulai keruh, warga yang ada di sungai segera naik ke daratan. Karena air keruh salah satu menandakan akan adanya kiriman air dari hulu," ujarnya kepada TribunnewsBogor.com, Sabtu (15/8/2020).

Lebih lanjut, Arman menegaskan bahwa masyarakat yang ingin berwisata air harus melengkapi prosedur keselamatan yang ditentukan.

"Untuk wisata air yang dilakukan di sungai, wisatawan ataupun warga harus mengutamakan alat peralatan safety seperti helm, pelampung dan alat penunjang lainnya," tegasnya.

Tak hanya itu, Arman menyarankan apabila warga yang ingin beraktifitas di area sungai sebaiknya ditemani rekan lainnya.

"Jangan sendiri kalau ke sungai. Kalau bisa ada beberapa orang yang menemani. Itu fungsinya untuk memantau dan saling mengingatkan," jelasnya.

Sebelumnya, seorang warga Ciampea tewas akibat terpeleset dialiran sungai Cisadane, Ciampea,Kabupaten Bogor.

Korban tersebut terseret hingga sejauh 30 km dan ditemukan di pintu air 10 Tangerang dalam keadaan tewas setelah tim SAR gabungan melakukan pencarian penyisiran selama tiga hari.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved