Breaking News:

HUT Kemerdekaan RI

Patung Kapten Muslihat di Taman Topi, Bukti Jejak Perjuangan Pertahankan Kemerdekaan di Bogor

Kapten Muslihat menjadi pemimpin penyerangan saat terjadi pertempuran dengan tentara Inggris di sana pada 25 Desember 1945.

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Patung Kapten Muslihat di Jalan Kapten Muslihat 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Tsaniyah Faidah

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Jika kamu sering lewat trotoar kawasan Plaza Taman Topi, Jalan Kapten TB Muslihat, Kota Bogor akan menemui sebuah patung yang mengenakan baju pejuang.

Patung tersebut memang seorang pejuang Republik Indonesia yang gugur di Kota Bogor saat terjadi pertumpahan darah mempertahankan kemerdekaan dari perebutan penjajah.

Patung tersebut adalah Kapten Tubagus Muslihat atau lebih dikenal masyarakat Kapten Muslihat, yang namanya juga diabadikan menjadi nama jalan menuju Stasiun Bogor.

Patung ini menjadi bukti jejak sejarah panjang perjuangan rakyat Bogor mempertahankan kemerdekaan dari tangan Sekutu.

Di sana pula, menurut sejarah, Kapten Muslihat gugur ditembak tentara musuh.

Kata seorang pemerhati sejarah Kota Bogor, Benyamin, Kapten Muslihat gugur di dekat rel kereta api antara Taman Topi dan Polresta Bogor.

Kapten Muslihat menjadi pemimpin penyerangan saat terjadi pertempuran dengan tentara Inggris di sana pada 25 Desember 1945.

Ia bersama anak buahnya menyerang markas Sekutu yang saat itu menduduki gedung yang kini menjadi Polresta Bogor.

Patung Kapten Muslihat di Jalan Kapten Muslihat
Patung Kapten Muslihat di Jalan Kapten Muslihat (TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho)

Kapten Muslihat gugur saat usianya masih 19 tahun karena tertembak di bagian perut.

Jika diperhatikan, patung Kapten Muslihat mengenakan kostum gerilya.

Jari telunjuk tangan kirinya sedang menunjuk ke samping, sementara tangan kanan memegang pistol, seolah sedang memberi instruksi menyerang.

Berdasarkan data dari Museum Perjoangan Bogor, Kapten Muslihat lahir di Pandeglang, 25 September 1925.

Ia gugur di Kota Bogor pada 25 Desember 1945.

Kapten Muslihat pernah menempuh pendidikan di HIS (Hollands Ilandsche School) tahun 1940, Taman Dewasa tahun 1943, dan mendapat pendidikan militer di PETA menjadi komandan kompi alias chudancho, yang pangkatnya setara kapten.

Penulis: Tsaniyah Faidah
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved