Breaking News:

Info Kesehatan

Jangan Sering Konsumsi Junk Food, Bisa Sebabkan Depresi

Tak hanya kesehatan fisik, tapi konsumsi makanan rendah gizi juga berhubungan erat dengan kesehatan mental.

truelifemedicine
ilustrasi anak doyan makan junk food 

"Sifat kimia dalam usus sangat mirip dengan kimia di otak. Jadi tidak mengherankan bahwa hal-hal yang mempengaruhi usus dapat mempengaruhi otak juga," kata Dr Cosmo Hallstrom, ahli depresi dari Royal College of Psychiatrists.

Peradangan semacam ini biasanya dipicu pola hidup buruk seperti merokok, polusi, kegemukan, dan kurang olahraga.

"Peradangan kronis bisa mempengaruhi kesehatan mental dengan mengangkut molekul pro-inflamasi ke otak, itu juga bisa mempengaruhi molekul - neurotransmitter - yang bertanggung jawab untuk regulasi suasana hati," tutur Lassale.

Meski begitu, para peneliti mengingatkan hubungan antara pola makan buruk dengan depresi adalah kausal dan bukan hanya sebuah asosiasi.

Ini karena mereka tidak menemukan orang-orang yang depresi punya kecenderungan makan rendah gizi.

"Pola makan yang buruk bisa meningkatkan risiko depresi karena ini adalah hasil penelitian longitudinal yang tidak melibatkan orang dengan depresi pada awal penelitian," ujar Lassale.

"Oleh karena itu, penelitian ini melihat bagaimana pola makan pada dasarnya berhubungan dengan kasus depresi baru," tambahnya.

Untuk menguji kembali temuannya, para peneliti juga sempat melakukan percobaan acak.

"Pada percobaan acak terbaru ditunjukkan efek menguntungkan dari perbaikan pola makan pada depresi, sekarang ada argumen kuat yang mendukung pola makan sebagai arus utama dalam pengobatan psikiatri," kata Dr Tasnine Akbaraly, salah satu peneliti yang terlibat.

"Temuan penelitian kami mendukung konseling pola makan rutin sebagai bagian dari janji temu dokter, terutama dengan praktisi kesehatan mental," sambungnya.

Halaman
123
Editor: Vivi Febrianti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved