Breaking News:

PSBB Dilonggarkan, 200 Pasangan Antre Cerai di Pengadilan Agama Bogor

Humas dan Hakim di Pengadilan Agama Bogor Kelas 1A Tatang Sutardi mengakui adanya kenaikan jumlah pemohon dan gugatan perceraian.

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Pengadilan Negeri Agama Kelas 1A Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, TANAH SAREAL - 200 pemohon mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Negeri Agama Kelas 1A Bogor.

Ruang tunggu sidang para pasangan yang akan mengikuti sidang menunggu antrean giliran.

Pada sekitar pukul 15.00 WIB, nomor antrean di ruang tunggu sidang sudah sampai antrean ke 21.

Humas dan Hakim di Pengadilan Agama Bogor Kelas 1A Tatang Sutardi mengakui adanya kenaikan jumlah pemohon dan gugatan perceraian.

"Iya jadi setelah PSBB diinikan (dilonggarkan) jadi bulan Juni Juli ini ada peningkatan, ada 200, jadi 200 itu bukan hanya gugatan tapi juga permohonan," ujarnya.

Tatang menjelaskan peningkatan terjadi karena selama bulan Juni itu pengadilan tidak menerima perkara dokarenakan masih masa PSBB.

Dari beberapa kasus perceraian Tatang mengatakan faktor ekonomi yang sering kali dijadikan alasan.

"Ya memang faktornya kebanyakan memang faktor ekonomi, katanya tidak betanggung jawab, karena yang banyak mengajukan gugatan itu dari pihak perempuan ya," ujarnya.

Untuk meminimalisir kerumunan pihaknya juga menyediakan sistem antrean online.

Sehingga pemohon yang akan mengajukan permohonan bisa mendaftatkan melalui online ketika sudah berada di area pengadilan.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved