Breaking News:

Bogor Zona Merah

Pembatasan Jam Malam Karena Corona Dianggap Main-main, Resto dan Cafe di Bogor Kena Denda

Lebih dari empat restoran dan rumah makan serta cafe terkena sanksi denda pembatasan sosial skala mikro dan komunitas.

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Para pengelola tempat usaha di bogor nekat masih melakukan operasional hingga lebih dari pukul 18.00 WIB. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho.

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Lebih dari empat restoran dan rumah makan serta cafe terkena sanksi denda pembatasan sosial skala mikro dan komunitas.

Para pengelola tempat usaha itu nekat masih membuka usahanya lebih  dari pukul 18.00 WIB atau melebihi batas jam malam yang ditetapkan oleh pemerintah Kota Bogor selama pandemi Covid-19.

Bahkan sebuah tempat makan barbeque di Jalan Sholeh Iskandar Kota Bogor nekat buka sampai lebih dari pukul 19.00 WIB, Senin (31/8/2020).

Parahnya lagi restoran tersebut tidak menerapkan aturan jaga jarak dan protokol kesehatan.

Pengunjung pun numpuk saling berdesakan.

Akibatnya pengelola restoran barbeque di Jalan Sholeh Iskandar, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor itu dikenakan sanksi denda pelanggaran jam operasional dan pelanggaran protokol kesehatan.

Dari hasil temuan beberapa resto cafe dan rumah makan yang masih buka, Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menganggap bahwa para pengelola dan pengusaha menilai aturan pembatasan hanya main-main.

Namun tanpa pandang bulu Pemkot Bogor langsung memberikan sanksi denda kepada para pengusaha.

"Saya ingin buktikan bahwa apa yang disampaikan pak wali kota tadi siang bahwa hari ini kita lakukan penindakan ya harus kita lakukan," ujarnya.

Dedie menegaskan bahwa status Kota Bogor yang masuk dalam zona merah bukanlah main-main.

Hari ini Kota Bogor mencapai rekor jumlah kasus tertinggi.

"Seperti yang kita ketahui bersama juga hari ini ada peningkatan 30 kasus, ini rekor tertinggi Kota Bogor, jadi kalau kita sikapi main-main, kita sikapi sepele atau sederhana saya pikir upaya besar kita untuk menurunkan tingkat penularan covid ini sia-sia," katanya.

Dedie kembali mengingaykan kedapa semua pihal untuk mau berjuang saling membantu dan mengingatkan untuk mecegah penularan Covid-19.

"Jadi harus didukung oleh semua pihak, semua harus paham dari kerumunan itu bisa timbul insiden-insiden baru, itu yang kita lakukan malam ini dan terus sampai tanggal 11 ke depan," tegasnya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved