Breaking News:

Kota Bogor Zona Merah

Lonjakan Kasus Covid-19 Kota Bogor Bukan Gelombang ke-2, Bima Arya Bilang Ini Masih Gelombang ke-1

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menepis anggapan adanya kasus Covid-19 gelombang ke dua di Kota Bogor.

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto melakukan pengecekan kesiapan rumah sakit di Bogor dalam menangani lonjakan pasien Covid-19, 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR BARAT - Lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di Kota Bogor bukanlah gelombang kedua.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menepis anggapan adanya kasus Covid-19 gelombang ke dua di Kota Bogor.

Bima mengatakan lonjakan jumlah pasien Covid-19 ini masih pada fase gelombang pertama.

"Gelombang kesatu saja belum tuntas jadi kalau dikatakan gelombang kedua saya kira tidak ini gelombang kesatu yang terus naik," katanya Rabu (2/9/2020) saat meninjau persiapan penambahan kamar isolasi untuk pasien Covid-19

Bima pun mengingatkan agar masyarakat tetap waspada dan tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan.

Untuk antisipasi lonjakan kasus dua rumah sakit di Kota Bogor berinisiasi menambah kapasitas ruang isolasi.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto melakukan pengecekan kesiapan rumah sakit di Bogor dalam menangani lonjakan pasien Covid-19,

Persiapan itu dilakukan sebagai strategi untuk mengantisipasi adanya kejadian terburuk dengan terus menambahnya pasien Covid-19.

Peninjauan kesiapan ruang isolasi di lakukan di dua rumah sakit, yakni Rumah Sakit Marzoeki Mahdi dan Rumah  Sakit Hermina.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan peningkatan kasus Covid-19 perlu diantisipasi.

"Jadi yang perlu kita antisipasi adalah antisipasi kasus lonjakan covid,  kita cek kesiapan kita, karena kita harus melakukan langkah langkah antisipasi," kata Bima

Bima mengatakan saat ini Kota Bogor memiliko 258 tempat tidur untuk pasien Covid-19.

Dari jumlah tersebut sebagian besar sudah terisi.

"Saat ini di Kota Bogor ada 258 tempat tidur terisi kira kira 84 persen tetapi masih banyak orang tanpa gejala yang dirawat," katanya

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved