Breaking News:

Bapenda Kota Bogor Pasang Alat APE ke 268 Wajib Pajak, Kini Dipantau Langsung oleh KPK

AFE dipasang kepada 268 Wajib Pajak (WP) di Kota Bogor yang terdiri dari hotel, restoran, tempat hiburan dan parkir.

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Pemasangan Alat Fiskal Elektronik (AFE) oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bogor di Mal Botani Square, secara bertahap AFE akan dipasang 268 tempat wajib pajak di Kota Bogor. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Setelah sebelumnya melakukan sosialisasi penggunaan Alat Fiskal Elektronik (AFE), Badan Pendapatan Daerah ( Bapenda ) Kota Bogor mulai memasang AFE.

AFE dipasang kepada 268 Wajib Pajak (WP) di Kota Bogor yang terdiri dari hotel, restoran, tempat hiburan dan parkir.

Sekretaris Bapenda Kota Bogor, Lia Kania Dewi mengatakan pemasangan AFE dilakukan secara bertahap mulai Senin (7/9/2020) siang tadi di Mal Botani Square

Selanjutnya AFE secara berrahap akan terus dipasang hingga target pemasangan pada 18 September 2020.

Lia menjelaskan, program AFE ini juga merupakan program yang dipantau oleh KPK RI sehingga setiap bulannya Bapenda Kota Bogor akan melaporkan ke KPK terkait progres yang telah dicapainya.

"Kami kerjasama dengan KPK RI, ini bagian dari program optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan transparansi yang dilakukan oleh kami, WP bisa memantau langsung transaksi uang masuk ke tempatnya dan bisa mengetahui juga uang konsumen yang masuk ke Kas daerah, ini sebetulnya mempermudah WP juga jadi saling menguntungkan," jelasnya.

Lia juga mengatakan bahwa pemasangan alat ini merupakan  bantuan hibah dari PT Cartenz tanpa mengeluarkan APBD Kota Bogor.

"Untuk alat ini Kami akan manfaatkan dengan sebaik-baiknya," katanya

Dilokasi terpisah Kepala Bapenda Kota Bogor, Deni Hendana mengatakan bahwa ide penggunaan alat tersebut sudah ada ditahun 2020.

Pihaknya mencoba mengembangkan beberapa jenis alat sesuai alat perekaman transaksi oleh WP sehingga tapping box dikembangkan menjadi AFE.

Selain perekapan yang sudah diterapkan, AFE ini ada tapping server, kemudian ada payment onlinenya dan ada alat lain yang masih merekam manual bagi wajib pajak.

"Jadi ada empat jenis alat yang sesuai dipergunakan oleh WP, total hingga tahun 2021 kurang lebih akan ada 1.300 alat dari hibah PT. Cartenz sesuai MoU akan dipinjampakai kan sekitar 1.000 ribu alat, kemudian PT Subaga yang ditunjuk oleh Bank Jabar Banten (BJB) ada sekitar 250 alat dan dari PT Jakarta Infrastruktur Propertindo atau anak perusahaan Jakpro pinjam pakai sekitar 50 alat," katanya.

Deni melanjutkan, pembayaran pajak tetap bisa melalui BJB, sehingga transaksi ini akan terinput otomatis apabila pihak WP menginput di cash register nya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved