Breaking News:

Banyak Vila Liar Punya Pejabat di Kawasan Puncak, Wakil Bupati Bogor Pusing

Sebab, kata dia, banyak vila di kawasan Puncak Bogor yang dimiliki oleh petinggi-petinggi negara atau bukan orang sembarangan.

TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Ilustrasi perkebunan teh Puncak Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan mengatakan bahwa Pembongkaran vila liar di kawasan Puncak Bogor tidak mudah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

Dia mengatakan bahwa pembongkaran vila liar ini harus dilengkapi kajian serta dukungan dari Pemerintah Pusat.

"Tujuan pembongkaran buat apa, kita diskusikan, karena ada beberapa gampang diomongin tapi susah dilaksanakan. Jadi kalau ngomongin puncak itu kadang-kadang kita yang pusing. Jadi, kita ada kajian dan kami minta backup dari pusat," kata Iwan Setiawam di Cibinong, Selasa (8/9/2020).

Sebab, kata dia, banyak vila di kawasan Puncak Bogor yang dimiliki oleh petinggi-petinggi negara atau bukan orang sembarangan.

Sehingga dengan dukungan pusat, dia berharap pembongkaran vila di Puncak bisa dilakukan tanpa tebang pilih.

"Karena tahu sendiri Puncak itu seksi banget. Petinggi, mantan petinggi, pejabat yang punya (vila) dibongkar aja gimana. Harus semua sama ya, saya gak mau pilih-pilih, oh ini mah orang biasa bongkar, oh ini mah ada ininya jangan, gak boleh,"  katanya.

Sebagaimana diketahui, karena banyaknya pembangunan tak berizin, lahan kebun teh PTPN VIII Gunung Mas pun kian hari kian berkurang.

"Kalau kita pemda kewenangan ke internal mereka (PTPN) gak bisa, cuma kita sebagai pemangku wilayah prihatin, sekarang kekuatan pertahanan, pengamanan PTPN itu sangat lemah. Jadi saya sudah ngobrol dengan PTPN, mereka tidak ada anggaran pengamanan, penertiban. Makanya ini harus kewenangan dari pusat," ungkapnya

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved