2 Pasien Corona Tewas Bunuh Diri saat Isolasi di Rumah Sakit, Terbaru Kejadian di Wisma Atlet
Menurutnya, korban meninggal dunia dilokasi kejadian karena menderita luka cukup serius.
Penulis: Damanhuri | Editor: Mohamad Afkar Sarvika
TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Insiden bunuh diri yang dilakukan pasien possitif Covid-19 atau virus corona kembali terjadi.
Sudah 2 orang pasien yang meninggal dunia lantaran bunuh diri saat menjalani isolasi di rumah sakit.
Berdasarkan data yang dirangkum TribunnewsBogor.com, sudah 2 orang pasien corona yang tewas bunuh diri terhitung sejak awal September 2020 hingga hari ini, Kamis (10/9/2020).
Kematian dua pasien covid akibat bunuh diri ini hanya selang satu pekan dari insiden sebelumnya.
Yang terbaru, pasien covid019 berinisial SP ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah lompat dari tower enam gedung Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat.
Kogabwilhan-I Kolonel Marinir Aris Mudian, mengatakatan SP diduga melakukan aksi bunuh diri dari sana hingga tewas.
Ia mengatakan, peristiwa bunuh diri yang diduga dilakukan oleh pasien covdi-19 ini terjadi pada Rabu, 9 September 2020, kemarin.
"Kejadiannya kemarin," kata Aris, saat dikonfirmasi, Kamis (10/9/2020).
Menurutnya, korban meninggal dunia dilokasi kejadian karena menderita luka cukup serius.

"Iya, korban meninggal dunia," sambungnya.
Dia menjelaskan, korban SP saat itu sedang melakukan isolasi di RSD Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat.
"Korban saat itu sedang isolasi di RSD sekira lebih dari dua hari," ujarnya.
Namun, Aris belum dapat menjelaskan detail ihwal motif korban SP diduga melompat dari tower 6, gedung RSD Wisma Atlet Kemayoran.
Dia memastikan, SP diduga melompat dari Lantai 6 gedung RSD Wisma Atlet Kemayoran dan ditemukan tewas di Lantai 3.
Melompat Saat Akan Diambil Sampel Darah
Seorang pria dikabarkan meninggal dunia seusai lompat dari lantai 13 gedung rumah sakit.
Identitas korban belakangan diketahui berinisial YS berusia 52 tahun.
YS tewas mengenaskan setelah tubuhnya terbanting dari lantai 13 rumah sakit Universitas Indonesia ( RS UI ), Depok.
"Iya (kejadian pasien lompat)," katanya singkat dalam pesan tertulisnya, Kamis (3/9/2020).
Menurut informasi, YS merupakan pasien Covid-19 yang tengah menjalani perawatan di rumah sakit tersebut. Ia disebutkan sudah menjalani isolasi sebagai pasien Covid-19 sejak tanggal 27 Agustus 2020.
Kompol Wadi Sabani, membeberkan kronologi kejadian insiden bunuh diri pasien yang tengah dirawat akibat terifeksi corona tersebut.

Menurutnya, peristiwa itu bermula ketika perawat berinisial VNS hendak mengambil sampel darah korban.
Namun, saat akan mengambil sample darah korban, ponsel sang perawat ini berbunyi.
Saat itu, VNS pun keluar ruangan untuk menerima panggilan telphone.
"Sekira pukul 10.00 WIB, saksi rencana akan mengambil darah korban.
Belum sempat mengambil darah korban, saksi menerima telepon dan keluar ruangan korban dahulu," kata Wadi dalam singkatnya, Kamis (3/9/2020) melansir Tribun Jakarta.
Menurutnya, saat VNS menerima telephone terdengar suara pecahan kaca dari dalam kamar korban.
Selanjutnya, saksi VNS ini pun mengecek sumber suara tersebut berasal.
Sang perawat pun kaget melihat bahwa kaca jendela sudah dalam keadaan pecah.
"Kemudian saksi melihat ke dalam dan menemukan kaca jendela dalam keadaan pecah, setelah itu saksi berusaha melihat dari sudut berbeda dan terlihat pasien tergelatak di atap bangunan RS UI," jelas Wadi.
Wadi mengatakan, saksi lainnya berinisial DE (34) memberikan kesaksian, bahwa ia mendengar ada suara benda jatuh yang sangat kencang.
"Kemudian saksi (DE) naik ke lantai enam dan ditemukan adanya pasien tergeletak di lantai enam.
Selanjutnya saksi menghubungi petugas kemanana RS UI," bebernya.

Terakhir, Wadi menuturkan saat ini kasus tersebut ditangani oleh pihaknya.
Ia pun masih didalami kasus tersebut untuk mencari tahu motif korban nekat mengakhiri hidup.
Sementara itu, pihak Rumah Sakit UI masih belum merespon konfirmasi TribunJakarta.com terkait kejadian ini.
Disclaimer:
Bunuh diri bisa terjadi di saat seseorang mengalami depresi dan tak ada orang yang membantu.
Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup.
Anda tidak sendiri. Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan yang ada.
Untuk mendapatkan layanan kesehatan jiwa atau untuk mendapatkan berbagai alternatif layanan konseling, Anda bisa simak website Into the Light Indonesia di bawah ini:
https://www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri/hotline-dan-konseling
(TribunnewsBogor.com/Tribun Jakarta)