Breaking News:

Ini yang Akan Bahas Dalam Orasi Ilmiah Guru Besar IPB

Jelang Orasi Ilmiah Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) pada Desember mendatang, IPB University resmi mengadakan diskusi ilmiah

TribunnewsBogor.com/Yudistira Wanne
Orasi ilmiah 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Yudistira Wanne

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, DRAMAGA - Jelang Orasi Ilmiah Guru Besar IPB University pada Desember mendatang, IPB University resmi mengadakan diskusi ilmiah yang diselenggarakan secara virtual, Kamis (10/9/2020).

Orasi Ilmiah Guru Besar IPB University kali ini menghadirkan tiga orator yaitu Prof Dr Ir Gondo Puspito Msc, Prof Dr Hanifah Nuryani Lioe MSi, Prof Dr Ir I Made Artika M App, SC.

Ketiga orator tersebut menyampaikan pemaparan dengan tema yang berbeda.

Prof Dr Ir Gondo Puspito Msc menyampaikan tema 'Kaji ulang pelarangan alat penangkapan ikan untuk mewujudkan perikanan tangkap berkelanjutan'.

Sementara itu, Prof Dr Hanifah Nuryani Lioe MSi membahas tentang 'instrumen non-konvensional untuk memenuhi tantangan studi eksplorasi bidang kimia rasa dan studi senyawa target dalam bidang keamanan pangan dan pangan fungsional'.

Sedangkan Prof Dr Ir I Made Artika M App, SC membahas tentang penerapan teknik biologi molekuler dan prinsip biosafety dalam deteksi dan karakterisasi virus penyebab penyakit pada manusia'.

Pada kesempatan kali ini, Prof Dr Ir Gondo Puspito Msc meminta pengkajian ulang terhadap pelarangan alat penangkapan ikan baik nasional maupun regional.

"Hampir 90 persen aktiftas penangkapan ikan dilakukan oleh nelayan tradisional menggunakan kapal kecil berukuran < 30 GT. Jangkauan operasinya sangat
terbatas dan hanya terkonsentrasi di kawasan pantai, sehingga sumber daya perikanannya menjadi rentan. Kompetisi antar nelayan juga menjurus pada timbulnya konflik sosial," ujarnya.

Lebih lanjut, Prof Dr Ir Gondo Puspito Msc menambahkan bahwa diizinkannya penangkapan ikan menggunakan alat bottom trawl justru mengancam ekosistem yang ada.

"Bottom trawl atau shrimp trawl atau pukat hela dasar yang dioperasikan dengan cara diseret di permukaan dasar perairan. Seluruh ikan demersal, terutama udang, akan tersapu dan masuk ke dalam kantong," paparnya.

"Pengoperasian pukat hela dasar yang terus menerus akan mengakibatkan eksploitasi sumber daya ikan yang berlebih (overfishing). Pukat hela dasar pada akhirnya dianggap tidak ramah lingkungan karena merusak
ekosistem perairan," tambahnya.

Penulis: Yudistira Wanne
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved