Breaking News:

Banyak Pendaki Ilegal, Gunung Gede Pangrango Kembali Ditutup

- Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) Jawa Barat, kembali menutup jalur pendakian terhitung mulai hari ini, Jumat (11/9/2020).

KOMPAS.com / Wahyu Adityo Prodjo
Trekking di Lembah Suryakencana 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - - Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) Jawa Barat, kembali menutup jalur pendakian terhitung mulai hari ini, Jumat (11/9/2020).

Sebelumnya, pada 25 Agustus 2020, pihak pengelola sempat membuka jalur pendakian untuk umum setelah enam bulan sejak Maret 2020 ditutup total akibat pandemi Covid-19.

Petugas Data Evaluasi Pelaporan dan Kehumasan Balai Besar TNGGP Poppy Oktadiyani mengatakan, penutupan kembali jalur pendakian berdasarkan Surat Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Nomor S.769/KSDAE/KSA.3/9/2020

“Terhitung hari ini sampai batas waktu yang belum ditentukan, kami menutup kembali aktivitas pendakian,” kata Poppy seperti dikutip dalam keterangan tertulis, Jumat.

Disebutkan bahwa kebijakan tersebut dalam rangka evaluasi kegiatan pendakian di kawasan Gede Pangrango di masa normal baru, serta evaluasi ketertiban pengunjung wisata terhadap protokol kesehatan Covid-19.

“Termasuk juga sebagai upaya untuk mencegah terjadinya pendaki ilegal,” ujar dia.

Selain itu, menurut Poppy, berdasarkan informasi yang diperoleh di lapangan, jumlah pendakian di TNGGP melebihi kuota yang telah ditentukan.

Tak hanya itu, banyak pendaki yang tidak mengikuti protokol kesehatan Covid-19 dan protokol kunjungan wisata yang dikeluarkan oleh pihak Balai

“Bagi calon pendaki yang telah melakukan booking online dari tanggal 11 September hingga 9 November 2020 agar segera melakukan reschedule pendakian atau pengembalian dana. Silakan menghubungi call center kami,” ucap Poppy.

Editor: Vivi Febrianti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved