Breaking News:

Kota Bogor Zona Merah

Dokter dan Tokoh Agama Akan Dilibatkan Untuk Sosialiaasi dan Edukasi Bahaya Covid-19

Pemerintah Kota Bogor berencana akan melibatkan dokter, dan tokoh agama untuk melakukan edukasi dan sosialisasi kepda masyarakat.

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Pemerintah Kota Bogor berencana akan melibatkan dokter, dan tokoh agama untuk melakukan edukasi dan sosialisasi kepda masyarakat.

Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan untuk menekan laju Covid-19 sangat ditentukan oleh disiplin penerapan protokol kesehatan.

"Kami akan maksimalkan penguatan protokol kesehatan secara kolaboratif bersama pihak lain serta penguatan di wilayah, sepertinya pertarungan ini akan panjang, karenanya kita harus berkolaborasi agar memiliki strategi yang baik, itu kuncinya," ujar Bima Arya usai rapat Evaluasi PSBMK di Taman Ekspresi Sempur, Bogor Tengah, Kota Bogor, Jumat (11/9/2020).

Bima Arya menjelaskan berdasarkan hasil riset tentang persepsi warga Kota Bogor terhadap Covid-19 yang dilakukan Prof. Sulfikar Amir dari Nanyang Technology University (NTU) Singapura, menunjukkan bahwa warga Kota Bogor lebih percaya dengan perkataan dokter dan para tokoh agama.

Menurutnya survei tersebut melibatkan 21 ribu responden valid, mulai 15 Agustus hingga 1 September 2020.

Untuk itu Pemerintah Kota Bogor akan berkolaborasi dengan para dokter dan tokoh agama serta pihak lainnya dalam upaya percepatan penanganan Covid-19 di Kota Bogor.

"Kita akan membentuk satgas di entitas-entitas, dalam pikiran saya ada dua unit, yakni edukasi dan pengawasan, unit edukasi rencananya terdiri dari para tokoh agama, para dokter dan Dinas Kesehatan Kota Bogor, sementara unit pengawas melibatkan organisasi kepemudaan dan organisasi profesi dan pelaku usaha," katanya

Di tempat yang sama, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Bogor dr. Zaenal menyatakan sepakat dengan rencana penguatan protokol kesehatan dan IDI Kota Bogor siap mendukung program-program Pemerintah Kota Bogor dalam memberikan edukasi untuk percepatan penanganan Covid-19 di Kota Bogor.

Dilokasi yang sama Perwakilan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kota Bogor Rahmat yang menginginkan agar ormas-ormas keagamaan Kota Bogor diikutsertakan dalam memberikan edukasi terhadap masyarakat tentang Covid-19.

Dirinya mengusulkan agar dibuatkan video edukasi dari para tokoh agama.

Sementara itu, Sekretaris Komisi Fatwa MUI Kota Bogor KH. Khotimi Bahri menyebutkan dalam rencana edukasi yang akan dijalankan nanti pihaknya siap memperkuat edukasi protokol kesehatan dari sisi teologi Islam.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved