Breaking News:

Cerita Warga Jonggol Bogor Jalan Kaki Demi Dapat Air Bersih, Bolak-balik Ratusan Meter dari Rumah

Dengan membawa sembilan dirijen sebagai wadah penampungan air, Wati mengambil air yang terdapat di satu-satunya sumber mata air di tengah sawah.

TribunnewsBogor.com/Yudistira Wanne
Warga Desa Weninggalih, Jonggol, Kabupaten Bogor, Wati menempuh jarak ratusan meter dari rumahnya demi mendapatkan air untuk mandi, minum dan mencuci. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Yudistira Wanne

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, JONGGOL - Kekeringan kembali melanda Jonggol, Kabupaten Bogor.

Akibat sulitnya air bersih, seorang warga Desa Weninggalih, Jonggol, Kabupaten Bogor, Wati, harus menempuh jarak ratusan meter dari rumahnya demi mendapatkan air untuk mandi, minum dan mencuci.

Dengan membawa sembilan dirijen sebagai wadah penampungan air, Wati mengambil air yang terdapat di satu-satunya sumber mata air di tengah sawah.

"Saya berjalan sekitar 200 meter dan membawa dirijen dari rumah. Terpaksa begini karena air di rumah sudah mengering sehingga saya harus bolak-balik ambil air di sawah," ujarnya kepada TribunnewsBogor.com, (13/9/2020).

Wati mengatakan kekeringan yang melanda wilayahnya kerap terjadi setiap tahunnya.

"Ini sudah tiga bulan tidak turun hujan. Warga memanfaatkan sumber mata air ini untuk kebutuhan sehari-hari. Setiap jam pasti ada yang mengambil air di sumber mata air ini," jelasnya.

Tak hanya itu, Wati mengatakan akibat kekeringan tersebut, seluruh sawah yang dimiliki warga juga ikut kekeringan.

"Irigasi kering. Sawah yang biasa ditanami padi juga mengering. Warga juga mulai keseulitan air bersih," tegasnya.

Wati mengaku bahwa belum mengetahui terkait bantuan air bersih yang diberikan BPBD Kabupaten Bogor.

"Saya tidak tahu masalah bantuan air bersih dari BPBD. Saya belum menerima bantuan tersebut," jelasnya.

Diketahui, BPBD Kabupaten Bogor sempat menyuplai bantuan air bersih pada Agustus lalu.

Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BPBD Kabupaten Bogor mencatat, saat ini ada 36 desa tersebar di 13 kecamatan yang dilanda kekeringan.
Sebanyak 23.580 ribu kepala keluarga (KK) atau kurang lebih 61.104 ribu jiwa terkena dampak kekeringan

Kekeringan yang terjadi bermacam-macam kategori seperti di pemukiman penduduk kondisi debit sumber air surut.

Khusus di Desa Weninggalih, warga dapat memanfaatkan sumber air di kali panjang, curug dan mata air.

Penulis: Yudistira Wanne
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved