Breaking News:

Imbas Pandemi Covid-19, Pendapatan Pajak Kendaraan di Jawa Barat Turun Hampir Rp4 Triliun

Pendapat pajak kendaraan bermotor Provinsi Jawa Barat turun hampir Rp4 Triliun imbas pandemi Covid-19.

Dokumentasi Diskominfo Kabupaten Bogor
Kepala Dinas Pendapatan Darrah (Dispenda) Jawa Barat Hening Widiatmoko saat menghadiri penandatangan kerja sama program intensifikasi dan ekstensifikasi pajak daerah di Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu (16/6/2020). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Pendapat pajak kendaraan bermotor Provinsi Jawa Barat turun hampir Rp4 Triliun imbas pandemi Covid-19.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Pendapatan Darrah (Dispenda) Jawa Barat Hening Widiatmoko saat berkunjung ke Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu (16/6/2020).

"Kondisi Covid-19 sekarang sangat terpukul ya. Ada penurunan hampir Rp4 Triliun," kata Hening Widiatmoko kepada wartawan.

Dia menjelaskan bahwa pendapatan ini dikoreksi yang tadinya Rp41 Triliun jadi Rp37 Triliun.

Pada Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) April 2020 lalu, kata dia, Provinsi Jabar kehilangan hampir Rp1 Trilun pendatapan dari rata-rata per bulan Rp1 Trilun lebih.

"Itu jumlah yang sangat besar. PSBB bulan April dan Mei membuat provinsi kehilangam hampir Rp 1 Triliun pendapatan dari rata-rata per bulan Rp1 Trilun lebih. Tapi di bulan Mei itu di bawah, separuhnya Rp500-an Miliar," katanya.

Dispenda Jawa Barat pun bekerja dengan berbagai pemerintah daerah untuk memaksimalkan pembayaran pajak seperti dengan Pemerintah Kabupaten Bogor terkait program intensifikasi dan ekstensifikasi pajak daerah.

Yakni peningkatan pendapatan dari para penunggak pajak serta pembentukan titik-titik baru bekerja sama dengan pihak ketiga, seperti bumdes, koperasi atau pihak yang siap menerima pembayaran.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved