Breaking News:

PSBB Jilid 2, Bupati Cianjur Minta Warganya di Jakarta Jangan Pulang

Warga Cianjur yang selama ini bekerja di Jakarta diprediksi akan memilih pulang kampung selama diberlakukannya PSBB.

Tribun Jabar/Theofilus Richard
Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman, ditemui di Gedung Sate, Jumat (14/12/2018). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di DKI Jakarta rupanya berimbas pada warga Cianjur.

Warga Cianjur yang selama ini bekerja di Jakarta diprediksi akan memilih pulang kampung selama diberlakukannya PSBB.

PSBB jilid dua atau PSBB pengetatan DKI Jakarta sendiri berlaku selama dua pekan, mulai Senin (14/9/2020) hingga 27 September 2020.

Menyikapi potensi tersebut, tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, kembali meningkatkan penjagaan di wilayah perbatasan terutama di kawasan Puncak.

“Sejak kemarin Puncak sudah kita jaga. Penyekatan dilakukan di perbatasan dengan melibatkan petugas gabungan dari unsur TNI/Polri, Dishub, Satpol PP dan tenaga medis. Di perbatasan Bandung juga kita jaga, termasuk yang di Gekbrong,” kata plt Bupati Cianjur Herman kepada Kompas.com, Rabu (16/9/2020).

Herman pun meminta warga Cianjur yang tengah bekerja di Jakarta untuk tidak memaksakan diri pulang ke kampung halaman.

“Jangan pulang, kasihan saudara dan keluarga di rumah, karena khawatir kepulangannya bawa penyakit (virus corona) ke Cianjur,” ujar dia.

Plt bupati telah menginstruksikan perangkatnya hingga ke tingkat RT untuk mengawasi aktivitas keluar-masuk warga di lingkungan masing-masing.

“Saya sudah surati camat, kades, hingga RW dan RT agar mereka selaku ketua gugus di wilayahnya masing-masing segera mengaktifkan kembali fungsi pengawasan dan pemantauan terhadap pergerakan warganya,” ucap Herman.

“Setiap warga yang baru datang dari luar daerah harus terdata,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, memperketat penjagaan arus keluar-masuk kendaraan di wilayah perbatasan menyusul diberlakukannya PSBB total DKI Jakarta.

Wilayah perbatasan di kawasan Puncak menjadi atensi karena dinilai sebagai akses masuk ideal pengunjung dari arah Jakarta dan sekitarnya.

Disebutkan, penjagaan di perbatasan mengikuti pola sebelumnya dengan sistem penyekatan dan pemeriksaan terhadap setiap kendaraan yang hendak masuk ke wilayah Cianjur.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bupati Cianjur Imbau Warganya di Jakarta Jangan Pulang "

Editor: Vivi Febrianti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved