Wakil Anies Bantah PSBB DKI Hasil Kompromi Pusat, Ekonom Minta Menkes Tak Ikut Bicara : Lebih Parah
Ekonom Faisal Basri menyebut aturan PSBB Jakarta jelas merupakan hasil campur tangan sebuah kekuatan tertentu.
Penulis: Sanjaya Ardhi | Editor: Yuyun Hikmatul Uyun
TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Wakil Gubernur DKI Jakarta Riza Patria membantah PSBB Jakarta saat ini merupakan hasil kompromi dengan Pemerintah Pusat.
Riza Patria juga menyalahkan publik atas persepsi PSBB total di Jakarta.
Ekonom Faisal Basri menyebut aturan PSBB Jakarta jelas merupakan hasil campur tangan sebuah kekuatan tertentu.
PSBB Jakarta saat ini diketahui jauh dari bayangan masyarakat sebelumnya.
Saat awal mengumumkan, Gubernur Anies Baswedan mengatakan menarik rem darurat dengan menerapkan PSBB total.
Bayangan publik rem darurat yang dimaksud seperti PSBB di awal pandemi Covid-19.
Namun saat waktunya, rupanya aturan yang dibuat masih memperbolehkan sejumlah sektor tetap buka dan aktivitas warga juga tak dilarang.
"kalau dianggap kebijakan yanng diambil sifatnya kompromi karena ada aturan disebut akan seperti ini setelah rapat tiba-tiba berubah itu komporimi bukan ?" tanya Najwa Shihab ke Riza Patria dikutip TribunnewsBogor.com dari Mata Najwa.
Riza Patria menekankan Pemprov DKI Jakarta tak pernah mengatakan akan menerapkan PSBB total.
Riza Patria justru mengatakan bahwa PSBB total berasal dari persepsi publik.
"kami sejak awal tidak pernah menyebut ada PSBB total itu persepsi publik atau media ketika kami menyebut akan menarik rem darutrat kemudian dipersepsikan seolah kembali total seperti psbb semula,
sebetulnya yang kami maksud kami mengerem darurat secara bertahap dan ada pengetatan, " kata Riza Patria.
Riza Patria menyampaikan dalam PSBB Jakarta saat ini Anies Baswedan tetap mengizinkan sejumlah sektor beroperasi.
"Pak Anies mengatakan rumah ibadah boleh kecuali yang raya itu disesuaikan atau tidak boleh,
ada beberapa kegiatan yang 50 persen ditutup, bahkan perkantoran yang esensial ada 11 dibuka 50 persen yang lain dibuka 25 persen, " kata Riza Patria.
Riza Patria mengatakan ada pendapat publik yang menganggap Pemprov DKI Jakarta akan menerapkan PSBB total.
"ada pendapat publik seolah kami memberlakukan PSBB total padahal bukan tapi PSBB yang kami perketat," kata Riza Patria.
Meski demikian, Ekonom Faisal Basri menyebut aturan PSBB Jakarta merupakan hasil tarik ulur kebijakan dengan Pemerintah Pusat.
"ya sudah tentu saja da tarik ulur,
seperti tadi logika publik taman suropati Gelora Senayan orang lari ada social distancing udara terbuka ndak boleh,
tapi mal yang tertutup boleh,
ini kan ada kekuatan tentu saja ikut mempengaruhi," kata Faisal Basri.
Faisal Basri menuturkan dari 11 perkantoran yang esensial sebetulnya boleh dibuka semua.
" 11 yang esensial coba hitung kontribusinya berapa persen ?
lebih dari 75 persen jadi praktis semua boleh tidak ada yang ditutup,
boleh 25 persen, 50 persen, " kata Faisal Basri.
Faisal Basri megusulkan agar Pemprov DKI Jakarta membuat sebuah indikator agar bisa diselaraskan dengan daerah lain.
"mumpung belum terlambat bikin giude line, ini indikator, sekarang kan indikatornya sama tapi intervensinya beda," kata Faisal Basri.
Faisal Basri mengatakan saat ini merupakan waktu yang tepat untuk menyelaraskan misi dan visi semua daerah.
Untuk menyatukan itu semua diperlukan peran Pemerintah Pusat.
"ini satu kesatuan daerah pentingnya pusat, untuk menghamrmosikan daerah supaya seiya sekata,
gak bisa begini terus kita,
satu kesatuan utuh ini, cuma ada batas admisnistrasi kok, ayo bimbing daerah untuk sepemahaman untuk menyamakan indikator yang sama," kata Faisal Basri.
Faisal Basri juga menyarankan agar Presiden Jokowi tak menggunakan istilah gas rem.
Faisal Basri menyarankan Jokowi menggunakan istilah yang dipakai dalam bidang kesehatan.
"yang nyuruh gas rem gas rem kan presiden, jadi saya terus terang tidak setuju dengan gas rem ini soal manusia,
kalau digas mati dia gak bisa direm lagi,
pakai lah istilah memang dipakai dalam ilmu kedokteran itu,
dan oleh karena itu lebih banyak bicara jangan Luhut, Airlangga tapi yang bicara Antoni Fauzinya yang dipercaya rakyat, mungkin dokter pandu,
asal jangan Menteri Kesehatan ya, lebih parah lagi itu," kata Faisal Basri di Mata Najwa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/faisal-basri-dan-riza-patria.jpg)