Breaking News:

Erick Thohir Klaim Pemeriksaan Spesimen Covid-19 Indonesia Lampaui Standard WHO

Misalnya, hingga 23 September 2020 kemarin, tercatat pemeriksaan spesimen harian Covid-19 mencapai 38.181.

Tribunnews.com/ Rina Ayu
Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan capres Jokowi-Maruf Amin, Erick Thohir, saat ditemui, di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (7/12/2018). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Thohir membeberkan beberapa langkah strategis yang ditempuh pemerintah dalam menangani pandemi ini.

Menurut Erick, berbagai langkah strategis hasil koordinasi dengan lintas kementerian lembaga, terutama dengan Kementerian Kesehatan dan pemerintah daerah telah dilakukan.

“Mulai dari penambahan kemampuan testing specimen, menyiapkan dan menambah kesediaan tempat tidur di rumah sakit serta ruang isolasi, meningkatkan standardisasi penanganan kasus dan pasokan obat terapi penyembuhan, hingga percepatan ketersediaan vaksin COVID-19,” ujar Erick dalam keterangan tertulisnya, Kamis (24/9/2020).

Pria yang juga menjabat Menteri BUMN itu mengungkapkan, langkah-langkah yang ditempuh pemerintah itu saat ini telah menunjukan hasil yang positif.

Misalnya, hingga 23 September 2020 kemarin, tercatat pemeriksaan spesimen harian Covid-19 mencapai 38.181.

Angka tersebut diklaim telah melebihi standard WHO.

Adapun tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Indonesia telah mencapai angka 73 persen.

“Pemerintah memastikan kebutuhan perawatan pasien Covid-19 di rumah sakit rujukan terjaga dan menjaga ketersediaan fasilitas isolasi pasien dengan gejala ringan atau tanpa gejala,” kata mantan bos Inter Milan itu.

Selain itu, lanjut Erick, pemerintah juga telah melakukan koordinasi dengan Holding BUMN Rumah Sakit untuk mendorong standarisasi terapi kesembuhan pasien Covid-19.

“Standardisasi manajemen klinis dalam terapi kesembuhan pasien COVID-19 ini penting dilakukan agar para dokter di wilayah yang jauh dari kota-kota besar bisa mengikuti prosedur medis yang distandarkan dan ada rujukan dalam perawatan pasien, baik yang bergejala ringan, sedang, atau berat. Ini demi peningkatan kesembuhan pasien,” tambah Erick.

Halaman
12
Editor: Vivi Febrianti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved