Breaking News:

Hari Agraria dan Tata Ruang Nasional Ketua KPK Ajak Semua Elemen Jadi Mata Rakyat

Pada mometum Hari Agraria dan Tata Ruang Nasional pada tanggal 24 September, KPK mengajak semua elemen menjadi 'mata rakyat'

Kompas.com/Ihsanuddin
Ketua KPK terpilih Firli Bahuri tiba di Komplek Kepresiden Jakarta untuk mengikuti pelantikan yang digelar Jumat (20/12/2019) siang sekitar pukul 14.00 WIB. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR - Pada mometum Hari Agraria dan Tata Ruang Nasional pada tanggal 24 September, KPK mengajak semua elemen menjadi mata rakyat.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia ( KPK ) Firli Bahuri dalam keterangannya mennyampaikan bahwa reformasi agraria utuh dan menyeluruh bisa menangkal korupsi agraria dan tata ruang nasional.

Ia pun mengajak semua eleme menjadi 'mata rakyat'

Firlii menyampaikan peringatan tahun ini sepatutnya kita jadikan momentum perbaikan dan kebangkitan dunia agraria tanah air, dengan cara menerapkan fundamental reforma agraria, salah satu Program Prioritas Nasional yang ditetapkan Presiden Jokowidodo secara utuh dan menyeluruh.

"Menilik pada Undang-Undang Pokok Agraria tahun 1960, terdapat tiga tujuan mulia reforma agraria yang dicanangkan pemerintah, Pertama, menata ulang struktur agraria yang timpang jadi berkeadilan, Kedua, Menyelesaikan konflik agraria, dan Ketiga menyejahterakan rakyat setelah reforma agraria dijalankan," katanya dalam keterangan yang diterima TribunnewsBogor.com

Firli menjelaskan eaensinya Reforma Agraria adalah untuk melakukan penataan pertanahan untuk mencapai tujuan tersebut, salah satunya dengan memberikan kepastian hukum dalam bidang pertanahan.

"Sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Tipikor Nomor 19 Tahun 2019 pasal 6 huruf a,b,c,d dan e, KPK dapat melakukan tindakan pencegahan dengan berkoordinasi, memonitoring sekaligus melakukan supervisi dan sejalan dengan langkah penyelidikan, penyidikan dan tuntutan dalam rangka memberikan kepastian hukum dalam dunia agraria nasional," ujarnya.

Firili mengatakan pada semester I, KPK berhasil menyelamatkan aset lahan dengan total Rp4,2 Triliun, dimana semua aset tersebut telah dikembalikan kepada negara dalam hal ini ke lembaga, kementerian atau pemerintahan daerah setempat, sesuai amanat pasal 6 huruf b koordinasi dengan instansi yang berwenang melaksanakan pemberantasan korupsi dan pelayanan publik, begitu huruf c yang memberi mandat untuk melakukan monitoring atas penyelenggaraan pemerintahan negara sesuai Undang-Undang KPK Nomor 19 Tahun 2019.

"Keberhasilan tersebut, tak lepas dari peran aktif dan keterlibatan serta upaya bersama seluruh eksponen bangsa bersama KPK, saat melakukan intervensi terkait penyelesaian permasalahan tanah antara lain memperbaiki atau membangun sistem manajemen ASN, tata kelola pusat hingga kedaerah, manajemen aset pusat dan daerah dan lain sebagainya," ujarnya.

Dengan langkah-langkah tersebut, Ia  berharap sudah tidak ada lagi praktik korupsi dalam dunia agraria.

Sehingga implementasi Pasal 33 Ayat UUD 1945 dimana bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat dapat benar-benar dirasakan oleh segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, mulai Miangas hingga Pulau Rote.

"Saya mengajak kepada seluruh eksponen bangsa untuk menjadi 'mata rakyat' yaitu mata tajam anak-anak bangsa yang memiliki integritas serta menjaga nilai-nilai kejujuran, sehingga kilau dan silau cahaya korupsi tak kan mampu membutakan pandangan mereka," katanya.

Mat rakyat yang bisa berarti berani menolak untuk diam, bahkan semakin lantang berteriak, meneriakkan kebenaran diantara bisikan bujuk rayu kejahatan korupsi.

"Antusias dan peran aktif 'mata rakyat' ini, dapat dilihat dari tingginya angka laporan dugaan tindak pidana korupsi dalam kanal Pengaduan Masyarakat KPK, sehingga dapat kita cegah bila belum terjadi dan pasti kita tindak jika (korupsi) telah dilakukan," katanya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved