Breaking News:

Rektor IPB Positif Covid

Sudah Dinyatakan Negatif Covid-19, Rektor IPB Arif Satria Diperbolehkan Pulang

Arif Satria mengaku bahwa setelah diperbolehkan pulang dia harus menjalani isolasi mandiri sebelum kembali beraktifitas di luar ruangan.

Humas IPB
Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. Arif Satria menyampaikan Laporan Kinerja Semester I Tahun 2018 dalam Sidang Paripurna Terbuka Majelis Wali Amanat (MWA), Jumat (28/9), di Gedung Auditorium Andi Hakim Nasoetion, Kampus IPB Dramaga, Bogor. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, DRAMAGA - Rektor IPB University Arif Satria kini sudah diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan di rumah sakit di Sentul, Kabupaten Bogor karena terpapar virus corona atau Covid-19, Jumat (25/9/2020).

Arif Satria kini sudah dinyatakan negatif Covid-19 berdasarkan hasil swab yang kedua kalinya dilakukan.

"Syukur alhamdulillah hasil tes swab kedua saya menunjukkan bahwa saya dinyatakan negatif," kata Arif Satria dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan.

Arif Satria mengaku bahwa setelah diperbolehkan pulang dia harus menjalani isolasi mandiri sebelum kembali beraktifitas di luar ruangan.

"Hari ini saya diperbolehkan kembali ke rumah dan akan menjalani isolasi mandiri selama 10 hari sesuai protokol kesehatan," katanya.

Arif Satria juga berterima kasih doa dan dukungan dari seluruh keluarga, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni hingga pemerintah.

"Mohon doanya agar saya dapat segera pulih dan sehat kembali seperti sedia kala sehingga dapat menjalankan aktivitas dan kewajiban saya sebagai Rektor IPB dengan baik," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Wali Kota Bogor Bima Arya mengaku kaget saat pertama kali mendengar kabar bahwa Rektor IPB University Prof. Arif Satria positif Covid-19.

Sebab, menurutnya Prof. Arif Satria merupakan sosok yang sangat menjaga protokol kesehatan.

"Ya sangat kaget, karena beliau termasuk yang sangat menjaga protokol kesehatan juga berolahraga," kata Bima Arya saat ditemui TribunnewsBogor.com di Balai Kota Bogor, Minggu (20/9/2020).

Bima menuturkan bahwa hal itu menunjukan bahwa ada kemungkinan faktor lain yang membuat Rektor IPB University terpapar corona.

Lanjut dia, seperti pertemuan dengan orang, sirkulasi ventilasi udara di dalam ruangan, kualitas masker yang tidak bagus atau virus yang menempel di badan.

"Makanya saya printahkan di Balai Kota udah gak usah ada rapat kecuali darurat boleh. Walaupun rapat, dibatasi orangnya atau di luar," kata Bima Arya.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Vivi Febrianti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved