Breaking News:

Peran Penting Fisioterapis di Tim Sepak Bola Menurut Erwin Arifudin

Erwin Arifudin menceritakan tentang peran vital yang dijalankannya ketika berada di dalam satu tim sepak bola.

Istimewa
Fisioterapis Persikabo 1973, Erwin Arifudin bersama tim dokter saat menangani pemain yang cedera. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Yudistira Wanne

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CITEUREUP - Fisioterapis Persikabo 1973, Erwin Arifudin menceritakan tentang peran vital yang dijalankannya ketika berada di dalam satu tim sepak bola.

Pria yang lahir di Pasaman Barat, Sumatera Barat 24 Agustus 1994 itu terlebih dahulu harus menempuh pendidikan perguruan tinggi jurusan Fisioterapi di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Erwin mengatakan bahwa tugas seorang fisioterapis dalam suatu tim sepak bola harus selalu memastikan kondisi kebugaraan pemain.

"Fisioterapi yang jelas memastikan semua pemain yang sehat agar tidak cedera dan yang cedera harus segera dipulihkan kembali dan dapat bermain kembali," ujarnya.

Lebih lanjut, Erwin pun menceritakan tentang awal bagaimana dirinya terjun dalam urusan membantu memulihkan cedera pemain.

"Dulu saya pernah di klinik sport fisioterapi di Surabaya. Setelah itu saya juga pernah menjadi Fisioterapi di Surabaya United. Setelah berganti nama menjadi Bhayangkara FC dan pindah ke Jakarta, saya tidak diajak. Kemudian di 2017 saya pindah ke PS TNI," jelasnya.

Sementara itu, Erwin tercatat telah menjadi bagian tim Persikabo 1973 sejak tahun 2017.

Tiga tahun berada di dalam tim tersebut, Erwin Arifudin memiliki cerita tersendiri, baik kisah suka maupun duka.

Terkait kisah suka, Erwin memebebrkan bahwa selama di tim Persikabo 1973, dirinya merasa nyaman lantaran suasana tim yang dibangun dengan rasa kekeluargaan.

"Kalau sukanya, kebersamaan di dalam tim ini sangat hangat, apalagi saya sebagai Fisioterapi yang langsung berkomunikasi dengan pemain kalau ada cedera sampai pemain bisa bermain kembali," tegasnya.

Untuk urusan duka, Erwin mengaku sedih apabila timnya menderita kekalahan dan juga terdapat pemain yang cedera.

"Dukanya itu kalau tim kalah, kita juga mengalami kesedihan dan stres juga. Kemudian duka selanjutnya kalau ada pemain cedera terus sembuh sudah ikut latihan game, terus main nah kembali cedera dengan cedera yang berbeda," jelasnya.

Selain itu, Erwin menyebutkan bahwa peran fisioterapis dalam suatu tim sepak bola tidak dapat dipandang sebelah mata.

Sebab, seorang pesepak bola dapat terus menunjukkan penampilan yang maksimal lantaran tak terlepas dari skema permainan yang dibuat tim pelatih dan dipadukan dengan sentuhan magis seorang fisioterapis.

Penulis: Yudistira Wanne
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved