Tes PCR Kabupaten Bogor Delay dan Jauh Dari Target, 1.000 Spesimen Terlantar di Akhir September

Angka ini masih jauh dari target Pemprov Jawa Barat yakni sebanyak 60 ribu spesimen sampel swab atau 1 persen dari jumlah penduduk.

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Damanhuri
Dokumentasi Diskominfo Kabupaten Bogor
Rapat Evaluasi Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor di Cibinong, Senin (5/10/2020). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Menurut data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor dalam rapat evaluasi penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, Polymerasi Chain Reaction ( PCR) yang dilakulan baru sebanyak 21.986 spesimen selama pandemi.

Angka ini masih jauh dari target Pemprov Jawa Barat yakni sebanyak 60 ribu spesimen sampel swab atau 1 persen dari jumlah penduduk.

Adanya keterbatasan uji lab membuat Kabupaten Bogor hanya mampu mengambil spesimen atau swab sebanyak 200 per hari, padahal idealnya sebanyak 300 - 400 swab per hari.

Hal ini pun menimbulkan terjadinya keterlambatan (delay) konfirmasi tes Covid-19 bahkan Dinkes Kabupaten Bogor juga mencatat bahwa akhir September 2020 ini masih ada 1.000 spesimen yang belum dites PCR karena banyaknya antrean.

Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan bahwa pihaknya akan terus berupaya mengatasi kendala-kendala yang dihadapi dalam penanganan Covid-19 di Bumi Tegar Beriman ini.

"Tadi kita sharing kendala-kendala yang dihadapi dan perbaikan-perbaikan ke depan itu pasti kita lakukan supaya Kabupaten Bogor tetap aman," kata Ade Yasin seusai menghadiri rapat evaluasi penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor di Cibinong, Senin (5/10/2020).

Faktor lain dari kendala PCR ini adalah meningkatnya kasus Covid-19 pada September 2020.

Gugus Tugas mencatat bahwa selama September 2020 sebanyak 1.026 warga terpapar positif yang mana angka ini jauh lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya yang mana selama Agustus 2020 tercatat 293 orang terpapar Covid-19.

"Kaitan Covid, bahwa kita tidak pernah berhenti bekerja. Kita tetap melakukan tes-tes masif, penggunaan masker, penertiban, sekaligus sosialisasi dan juga kita harapkan diaktifkan kembali penjagaan-penjagaan di semua wilayah," ungkap Ade Yasin.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved