Demo Tolak Omnibus Law

Mahasiswa Minta Restu Ikut Demo Tolak Cipta Kerja, Ibu Titip Salam untuk DPR : Suruh Banyak Istigfar

Mahasiswa tersebut meminta izin untuk ikut demo tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di DPR. Awalnya video chat mahasiswa minta restu ibu itu beredar di T

Penulis: Sanjaya Ardhi | Editor: Yuyun Hikmatul Uyun
Instagram Dimul
Chat mahasiswa minta restu ibu ikut demo tolak Omnibus Law di DPR 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Isi chat seorang Mahasiswa pada ibunya viral di media sosial.

Mahasiswa tersebut meminta izin untuk ikut demo tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di DPR.

Awalnya video chat Mahasiswa minta restu ibu itu beredar di TikTok.

Banyak netizen yang memposting ulang video chat Mahasiswa minta restu ikut demo tolak UU Cipta Kerja.

Namun setelah ditelusuri rupanya video itu merupakan milik Dian Mulyana atau karib disapa Dimul.

Dimul sendiri tak menyangka bila video chat ibunya itu viral di media sosial/

Hingga kini video chat Dimul minta restu ikut demo tolak UU Cipta Kerja sudah jutaan kali ditonton.

"Assalamualaikum mah," kata Dimul di Chat

"Walaikumsalam nak," jawab ibunya.

"Dimul mau izin boleh." kata Dimul.

Ibu :Izin apa emang nak

Dimul : Tapi janji jangan marah.

Ibu : iya mamah janji

Dimul : Banyak Mahasiswa dimul yang chat nyariin

Ibu : emangnya kenapa pake minta izin segala ?

Dimul : Dimul mau minta restu mamah.

Ibu : Restu apa ? mending kamu ngomong aja nak, ada apa ?

Dimul : Mau minta restu turun aksi ke jalan menyuarakan suara rakyat mah. Negara ini sedang tidak baik-baik saja

Ibu Dimul rupanya mendukung anaknya untuk emnyampaikan aspirasi masyarakat soal penolakan UU Cipta Kerja.

Ibu : Mama siapin bekelnya, almamater udah mama siapin. Jangan lupa baca do'a, shalatnya jangan ditinggal.

Dimul : Mah doain yanh demi rakyat Indonesia.

Ibu : Doa mamah akan selalu menyertaimu. Titip salam dari mamah untuk DPR yang jahat itu, suruh banyak-banyak istigfar. Bismillah hati-hati di jalan perjuangan nak

Pemilik akun Dimul juga sudah memberi izin pada TribunnewsBogor.com untuk mempublikasikan postingan tersebut.

Jemput Anak Ditahan

Ning, seorang ibu dari Mahasiswa yang ditangkap Polisi sabar menanti kebebasan sang anak.

Ning memang mengetahui anaknya ikut demo tolak UU Cipta Kerja di Semarang.

Sang anak juga sempat pamit pergi ikut demo tolak UU Cipta Kerja di Semarang.

Ning dengan lapang dada memberi izin.

Ia bahkan mendukung sang anak untuk ikut aksi demo tolak UU Cipta Kerja di Semarang.

Demo tolak UU Cipta Kerja di Semarang memang berakhir ricuh.

Polisi menangkan sejumlah Mahasiswa yang terlibat bentrok.

Satu di antaranya adalah anak Ning (42).

Ning mengaku mendapat kabar bahwa anaknya ditangkap.

Sebagai seorang ibu, Ning tentu kaget saat menerima kabar tersebut.

"Tadi dapat kabar dari teman anak saya jam 9 malam," kata Ning dikutip TribunnewsBogor.com dari Kompas.com.

Ning sempat heran, pasalnya teman-teman anaknya tak turut ditangkap Polisi.

"Dia ditangkap dibawa ke Polrestabes, padahal teman-teman rombongannya tidak ditangkap," kata Ning.

Ning lalu berangkat ke Polrestabes Semarang pada Rabu (7/10/2020) malam.

Ning menceritakan sebelum berangkat, sang anak memang pamit untuk ikut demo tolak UU Cipta Kerja..

Ning mengaku mendukung sang anak yang kuliah di salah satu kampus swasta di Semarang.

"Karena saya tahu bertujuan untuk kepentingan rakyat," kata Ning.

Ning berujar sebenarnya anaknya pendiam, namun ia terdorong teman-teman untuk ikut demo tolak UU Cipta Kerja.

"Anak saya memang pendiam, tadi didorong temannya jadi malah ikutan ditangkap," kata Ning.

Ning sangat berharap anaknya bisa segera dibebaskan oleh Polisi.

"Ini mengikuti prosedur dulu karena masih pemeriksaan, kalau anak saya tidak terbukti bersalah ya secepatnya dikeluarkan," harapnya.
Kendati demikian, lebih dari berjam-jam dia menunggu anaknya, tapi belum mendapatkan kepastian.

"Saya belum mendapat jawaban apapun dari pihak kepolisian terkait kapan dibebaskannya anak saya," pungkasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved