Breaking News:

Demo Tolak Omnibus Law

Soal Demo Tolak Omnibus Law, Forum Rektor Indonesia Minta Mahasiswa Kedepankan Gerakan Intelektual

Demo penolakan terhadap Undang Undang Omnibus Law Cipta Kerja berujung ricuh di berbagai daerah.

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Demonstrasi mahasiswa sempat bersitegang dengan aparat di depan istana Bogor, Kamis (8/10/2020) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, DRAMAGA - Demo penolakan terhadap Undang Undang Omnibus Law Cipta Kerja berujung ricuh di berbagai daerah.

Forum Rektor Indonesia (FRI) juga menyayangkan adanya kejadian yang mengganggu ketertiban masyarakat itu.

"FRI menyayangkan adanya sebagian aksi unjuk rasa yang anarkis yang telah mengganggu ketertiban masyarakat dan merusak fasilitas umum," kata Ketua FRI Prof. Dr. Arif Satria dalam keterangan tertulisnya, Minggu (11/10/2020).

Pada prinsipnya, kata dia, FRI memandang bahwa aksi unjuk rasa untuk menyalurkan aspirasi adalah hak setiap warga negara yang dilindungi Undang- Undang, namun tetap harus mematuhi ketentuan yang berlaku.

FRI juga memandang bahwa perbedaan pendapat dalam era demokrasi adalah hal yang biasa.

"Terkait perbedaan pendapat dalam merespon UU Cipta Kerja diharapkan dapat diselesaikan melalui saluran-saluran yang konstitusional. FRI juga menghimbau semua pihak yang berbeda pendapat agar dapat menahan diri dan mengedepankan dialog secara jernih untuk mendapatkan solusi," katanya.

Pria yang juga menjabat sebagai rektor IPB University ini juga berharap pemerintah dan DPR RI selalu membuka diri untuk menampung aspirasi dan masukan-masukan kritis dari berbagai pihak yang sama-sama bergerak atas dasar rasa cinta kepada bangsa Indonesia.

"FRI akan memberikan masukan kepada pemerintah dan DPR RI setelah mencermati dan menyisir UU Cipta Kerja versi final, khususnya hal-hal krusial yang menjadi perhatian masyarakat, sehingga pemerintah dapat mengambil langkah-langkah solusi alternatif yang dimungkinkan secara hukum," katanya.

FRI juga berharap bahwa proses pengesahan RUU Cipta Kerja yang menimbulkan gejolak ini dapat menjadi bahan pelajaran untuk kita semua bahwa kita harus terus memperkuat modal sosial berupa rasa saling percaya seluruh komponen bangsa.

"FRI mengajak para akademisi dan mahasiswa untuk selalu peduli dengan persoalan bangsa dengan senantiasa mengedepankan gerakan intelektual berdasarkan akal sehat, pemahaman yang utuh, dan kajian kritis-obyektif," kata Arif Satria.

Arif juga mengatakan bahwa pihaknya juga mengimbau kepada para pimpinan perguruan tinggi dan sivitas akademika untuk selalu menjaga kondusifitas kampus agar kegiatan akademik dan pembelajaran dapat berjalan dengan baik, khususnya di masa pandemi Covid-19 ini.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved