Begini Kondisi Terkini Tanaman Suweg yang Sempat Viral di Bojonggede

Pemilik tanaman Suweg, Subadi mengatakan bahwa tanaman yang tumbuh di halaman rumahnya tersebut mulai mengering.

Penulis: Yudistira Wanne | Editor: Mohamad Afkar Sarvika
TRIBUNNEWSBOGOR.COM/YUDISTIRA WANNE
Subadi saat memberikan keterangan kepada awak media terkait tanaman Suweg yang tumbuh di halamannya 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Yudistira Wanne

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOJONGGEDE - Tanaman Suweg yang sempat viral dan menghebohkan Warga Kampung Gedong, Desa Bojonggede RT 05 RW 10, Kabupaten Bogor, Jumat (16/10/2020) mulai layu.

Pemilik tanaman Suweg, Subadi mengatakan bahwa tanaman yang tumbuh di halaman rumahnya tersebut mulai mengering.

"Kalau layunya itu sejak pagi tadi. Saya tidak tahu detail terkait ketahanan tanaman tersebut," ujarnya.

Kendati demikian, Subadi menjelaskan bahwa hingga saat ini rumahnya masih banyak dikunjungi oleh masyarakat yang penasaran dengan tanaman Suweg.

"Alhamdulilah kalau yang datang masih ada. Ini rencananya akan ada yang datang dari Bilabong, Tonjong. Dia penasaran dengan tanaman yang tumbuh," jelasnya.

Sementara itu, Subadi mengaku bahwa tanaman Suweg yang ada di pekarangan rumahnya baru mekar sejak beberapa hari lalu.

"Awalnya ukurannya hanya segenggam, umur 4 hari sudah mulai numbuh. Awalnya cuma kecil hijau. Ternyata kemarin berkembang pas sore langsung banyak lalat. Saya tidak tahu detailnya berapa lama berkembangnya, semoga awet buat tontonan gratis," jelasnya.

Tanaman Suweg yang tumbuh di Bojonggede mulai mengering.
Tanaman Suweg yang tumbuh di Bojonggede mulai mengering. (TribunnewsBogor.com/Yudistira Wanne)

Tak hanya itu, Subadi memaparkan bahwa aroma dari tanaman Suweg yang berada dipekarangannya terendus hingga masuk ke dalam rumah.

"Semalam itu, baunya sampai masuk ke dalam rumah. Bahkan, hingga ke dapur saya itu baunya masih tetasa," ungkapnya.

Terkait asal-muasal tanaman, Subadi mengaku bahwa tanaman Suweg tersebut diperoleh dari wilayah Jawa Tengah.

"Saya bawa pohonnya dari Desa di Purworejo, awalnya untuk saya masak, lebihnya ada yang bakal tunas. Saya tanam lagi," bebernya.

"Jadi beberapa waktu lalu, mau saya masak, sayang kegedean dan tidak mungkin habis, akhirnya saya diemin. Ternyata tumbuh bunga dan jadilah seperti ini," tambahnya.

Subadi pun enggan mengkomersilkan sesuatu yang murni berasal dari alam, sehingga banyak warga yang datang lantaran menghilangkan rasa penasaran.

"Dari kemarin lumayan karena sudah nyebar ke tetangga. Siang ini juga katanya mau banyak orang yang datang.
Saya tidak mau komersil," ujarnya.

Selain itu, Subadi mempersilakan jika ada peneliti yang ingin memperdalam jenis tumbuhan ini.

"Dipersilakan, gak masalah.Ya silakan aja, tapi kalau pohonnya mati tinggal ubinya doang. Gak ada batangnya, kalo pohonnya mati," jelasnya.

Suweg adalah tanaman asli Asia Tenggara dan tumbuh di hutan-hutan kawasan Malaysia, Filipina, serta India, tropik (bagian selatan).

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved