Kisah Bocah Dianiaya hingga Tak Diberi Makan saat Orangtua Dipenjara, Kini Trauma: Sering Minta Maaf

Bocah 4 tahun di Medan, Sumatera Utara mengalami trauma setelah diperlakukan kasar saat tinggal bersama paman dan bibinya.

Penulis: Mohamad Afkar S | Editor: Damanhuri
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi kekerasan - Bocah 4 tahun dianiaya, paman dan bibi jadi tersangka. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Seorang bocah 4 tahun di Medan, Sumatera Utara mengalami trauma setelah diperlakukan kasar saat tinggal bersama paman dan bibinya.

Diketahui bahwa orang tua bocah 4 tahun itu tengah menjalani hukuman di penjara.

Orang tua bocah 4 tahun itu terjerat kasus Narkoba.

Selama tinggal bersama paman dan bibi, bocah tersebut justru dianiaya.

Badan balita tersebut bahkan samapi lebam akibat penganiayaan.

Tak cuma itu, seperti dikutip dari Kompas.com, balita tersebut juga kerap tidak diberi makan.

"Anak itu dianiaya sama paman dan bibinya. Tempat dia tinggal di situ. Orang tuanya dipenjara karena kasus Narkoba. Dia sering dianiaya," kata Kapolsek Sunggal Kompol Yasir Ahmadi saat dikonfirmasi melalui telepon, Jumat (23/10/2020).

Terungkapnya kejadian pilu itu berawal dari kecurigaan tetangga.

Tetangga melihat kondisi fisik bocah tersebut yang mengalami luka lebam di wajah dan bagian tubuhnya.

Selain itu, bocah 4 tahun itu juga tampak begitu kehausan saat keluar rumahnya.

Baca juga: Cerita di Balik Suami Aniaya Pria yang Berduaan dengan Istri : Belum Berbuat Tapi Sudah di Kamar

Baca juga: Jengkel, Orangtua Angkat Tega Aniaya Bocah 7 Tahun hingga Tewas, Ibu Kandung Lihat Jasadnya Memar

Sebetulnya, bocah tersebut jarang keluar rumah.

Namun suatu ketika ia berhasil keluar rumah saat pamannya pergi berbelanja dan bibinya sedang berada di belakang rumah.

Kemudian bocah itu mengalami kehausan dan meminta minum kepada tetangganya.

Bocah 4 tahun tersebut menghabiskan segelas air dan sebotol air mineral yang diberikan tetangganya.

Singkat cerita, polisi mendapat laporan dari kepala dusun terkait kondisi bocah tersebut.

ilustrasi kekerasan pada anak kecil
ilustrasi kekerasan pada anak kecil (istock)

Hingga akhirnya polisi mengevakuasi bocah tersebut.

Kepada polisi, bocah tersebut mengaku belum makan apapun sejak pagi hingga malam hari.

Balita itu kemudian diberi makan dan dibawa ke puskesmas untuk menjalani perawatan.

Sementara paman dan bibinya diinterogasi oleh pihak kepolisian.

Berdasarka hasil pemeriksaan, bocah itu sudah tinggal bersama paman dan bibinya selama kurang lebih tiga bulan.

Baca juga: Pria Cekcok dengan Istri Ujungnya Malah Aniaya Kakek, Pelaku Merasa Dipelototi Korban

Baca juga: Anak Aniaya Ayah dan Ibu karena Tak Diizinkan Kerja di Luar Kota, Menyesal Setelah Korban Terkapar

Polisi lantas menetapkan keduanya sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan.

"Tersangka sudah ditangkap, diperiksa. Mereka mengakui perbuatannya. Itu paman dan bibinya. Hasil tes, keduanya tidak narkoba," kata Yasir.

Kepada polisi, keduanya mengakui telah menganiaya korban. Mereka mengaku geram karena bocah berusia 4 tahun itu sering kencing dan buang air besar di celana.

"Alasan penganiayaan, mereka marah saja sama anak itu, karena perilakunya. Anak itu sering kencing dan berak di celana. Pengakuan si anak, dia kadang tak dikasih makan," kata Yasir.

Trauma

Setelah kerap dianiaya, balita itu tak sekadar mengalami luka lebam di tubuhnya.

Namun balit itu juga seolah mengalami ketakutan berlebihan dan sering meminta maaf.

Hal itu disampaikan langsung oleh Kompol Yasir Ahmadi.

"Memang dia sedikit fobia. Dikit-dikit minta maaf. 'Minta maaf ya Om, minta maaf ya Om'. Gitu lah. Kalau komunikasi oke, lancar. Cuma dia sering minta maaf," ujar Yasir saat dihubungi, Senin (26/10/2020).

Kini, kondisi bocah 4 tahun itu dikabarkan mulai membaik, hanya saja masih trauma.

Bocah tersebut bahkan menangis jika bertemu orang yang tidak dikenalnya.

"Kondisi si anak sudah mulai membaik. Tapi masih dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Medan," ujar Kanit Reskrim Polsek Sunggal, AKP Budiman Simanjuntak ketika dikonfirmasi melalui telepon pada Senin (26/10/2020) sore.

Bocah yang sempat dirawat di puskesmas terdekat kini menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Medan.

Diketahui bahwa korban mendapatkan perawatan secara medis dan psikologis di rumah sakit.

"Kalau trauma, ya jelas trauma. Karena ketemu orang dia yang enggak kenal dia nangis. Ditangani oleh jelas dokter psikolog, maupun yang menangani visumnya. Lengkap lah," katanya.

Budiman menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk penanganan selanjutnya terhadap korban dan masih menunggu jika ada keluarga yang mau merawatnya.

Pihaknya pun sudah menelusuri keluarganya.

"Tapi kita lihat dulu apakah memang keluarga yang berhak melakukan perawatan terhadap si anak atau tidak. Sudah ada keluarga yang datang ke rumah sakit mengaku keluarga tapi belum bisa mereka buktikan keluarga dari mana," katanya.

(TribunnewsBogor.com/Kompas)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved