Breaking News:

Kabar Artis

Tidak Terima Nabi Dihina, Arie Untung Geram Buang Tas Buatan Prancis, Dewi Sandra Bereaksi Ini

Mengikuti aksi boikot beberapa negara muslim, Arie Untung geram langsung membuang baju-baju dan tas mahal produk buatan Prancis

kolase Instagram @arieuntung
Arie Untung 

Yang Harganya memang lebih murah, tapi value nya kita sekalian bisa saling membantu pengusaha lokal," tulis Arie Untung.

Dewi Sandra ngobrol dengan Luna Maya
Dewi Sandra (Youtube channel Luna Maya)

Postingan Arie Untung ini memantik beberapa netizen untuk komentar, salah satunya adalah Dewi Sandra.

Dalam kolom komentarnya, Dewi Sandra menuliskan emoji petir.

Kemudian, Arie Untung pun membalasnya dengan emoji menangis.

Selain Dewi Sandra, ada beberapa artis lainnya yang ikut bereaksi.

Penyanyi Mulan Jameela, Syahrini terlihat menyukai postingan Arie Untung.

Baca juga: Download Lagu TikTok Ampun Bang Jago Viral 2020 MP3, Lirik Lagu Sory Bang Jago, Ampun Bang Jago

Baca juga: Download Lagu Masih Kalah Jao Viral di TikTok - Ini Video EDM Masih Kalah Jao

Ucapan Presiden Prancis soal hina nabi Muhammad SAW

Presiden Emmanuel Macron memantik perdebatan setelah menyampaikan pernyataan yang dinilai menghina Nabi Muhammad.

Pernyataan tersebut bermula dari pembunuhan seorang guru yang mempertunjukkan kartun Nabi Muhammad di kelas.

Sang presiden berkata guru itu, Samuel Paty, "dibunuh karena para Islamis menginginkan masa depan kami", tetapi Perancis "tidak akan menyerahkan kartun kami".

Penggambaran Nabi Muhammad dapat sangat menyinggung bagi umat Islam karena Islam secara eksplisit melarang gambar Muhammad dan Allah.

presiden Prancis, Emmauel Macron
presiden Prancis, Emmauel Macron ()

Namun sekularisme negara - atau laïcité - adalah pusat identitas nasional Prancis.

Membatasi kebebasan berekspresi untuk melindungi perasaan satu komunitas tertentu, menurut negara Prancis akan merusak persatuan.

Pada hari Minggu, Macron menegaskan kembali pembelaannya terhadap nilai-nilai Prancis dalam sebuah twit yang berbunyi: "Kami tidak akan menyerah, selamanya."

Para pemimpin politik di Turki dan Pakistan telah marah kepada Macron, menuduhnya tidak menghormati "kebebasan berkeyakinan" dan memarjinalkan jutaan Muslim di Prancis.

Seruan boikot terhadap produk Prancis telah tersebar lewat dunia maya di negara-negara Arab.

Di dunia maya, seruan untuk boikot serupa di negara-negara Arab lainnya, seperti Arab Saudi, telah beredar.

Tagar yang menyerukan boikot jaringan supermarket Prancis, Carrefour, adalah topik paling tren kedua di Arab Saudi, ekonomi terbesar di dunia Arab.(*)

Penulis: Uyun
Editor: Vivi Febrianti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved