Breaking News:

Gempa 7,0 Magnitudo di Turki Timbulkan Tsunami, Ini Penjelasan BMKG

Tidak hanya mengguncang daratan di sekitarnya, gempa juga menimbulkan kerusakan material dan ratusan korban luka-luka hingga update terakhir 22 tewas.

Editor: Vivi Febrianti
(DHA via AP)
Bangunan yang ambruk akibat gempa magnitudo 7 di Izmir, Turki, pada Jumat (30/10/2020). Pusat gempa berada di Laut Aegean dengan kedalaman 16,5 kilometer. 

Daryono menyebut wilayah Laut Aegean memang sudah memiliki sejarah panjang sebagai kawasan rawan gempa dan tsunami.

"Peristiwa tsunami terakhir adalah tsunami merusak di Bodrum, Turki, akibat gempa berkekuatan 6,6 pada tahun 2017 lalu," ujat Daryono.

Sementara untuk gempa bumi, di sekitat Sesar Sisam ini sudah beberapa kali tercatat guncangan dengan kekuatan besar, misalnya di tahun 1904 gempa bermagnitudo 6,2 sementara pada tahun 1992 berkekuatan 6,0 M.

Tsunami

Gempa yang terjadi kali ini juga menimbulkan gelombang tsunami akibat episentrumnya yang dangkal.

"Karena mekanisme patahannya yang bergerak turun dan hiposenter gempanya sangat dangkal, hanya sekitar 6 km, maka wajar jika gempa ini memicu terjadinya tsunami," ujar Daryono.

Tsunami yang terjadi pun terdokumentasi dengan baik oleh banyak alat pengukur pasang surut air laut dan saksi mata yang ada di sejumlah pulau di Yunani dan pantai di Turki.

"Tsunami lokal tampak tercatat di stasiun-stasiun tide gauge seperti stasiun Syros ±8 cm, Kos ±7 cm, Plomari ±5 cm dan Kos Marina ±4 cm. Sayangnya pantai terdekat pusat gempa tidak ditemukan catatan tide gauge, padahal tsunami ini juga menimbulkan kerusakan ringan di beberapa wilayah pantai Yunani dan Turki," jelas dia.

Tsunami dengan skala kecil yang terjadi menggenangi daratan akibat kondisi topografi pantai yang landai.

Daryono mengatakan hal ini berkaitan dengan morfodinamika pantai dan amplitudo pasang surut.

Meski terjadi jauh dari Tanah Air, namun Daryono mengingatkan gempa ini begitu penting untuk dijadikan bahan pembelajaran bagi masyarakat Indonesia yang juga hidup di wilayah rawan dengan banyak jalur sesar aktif di dasar lautannya.

"Kewaspadaan terhadap gempa dan tsunami perlu terus ditingkatkan dengan memperkuat upaya mitigasinya baik mitigasi struktural dan non struktural," ucap Daryono.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Penjelasan BMKG soal Penyebab Gempa dan Tsunami di Turki"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved