Breaking News:

Pelaku Teror Gereja Perancis Sempat Telepon Keluarga Sebelum Beraksi: Aku Sudah Sampai

Dia dilumpuhkan setelah menyerang Basilika Notre-Dame di Nice, di mana tiga orang tewas dengan salah satunya dilaporkan dipenggal.

AP/Daniel Cole
Seorang pria berdoa di jalan di luar gereja Notre Dame di Nice, Perancis selatan, setelah serangan pisau terjadi pada Kamis, 29 Oktober 2020. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Keluarga pelaku teror di gereja Nice, Perancis mengungkapkan, dia sempat menelepon mereka beberapa jam sebelum menyerang.

Tersangka yang diidentifikasi bernama Brahim Aouissaoui itu kondisinya kritis setelah ditembak beberapa kali oleh polisi pada Kamis (29/10/2020).

Dia dilumpuhkan setelah menyerang Basilika Notre-Dame di Nice, di mana tiga orang tewas dengan salah satunya dilaporkan dipenggal.

Kerabat Aouissaoui menuturkan bahwa pemuda keturunan Tunisia itu adalah "sosok ramah", yang sama sekali tidak menunjukkan ektremisme.

Montir berusia 21 tahun itu berjalan ke gereja tak lama setelah sampai pada Kamis pagi waktu setempat, dan mencari tempat untuk tidur.

Kakaknya, Afef mengatakan, Brahim Aouissaoui melakukan panggilan video dan menunjukkan tempat itu, serta mengaku menginap di seberang Notre-Dame.

Setelah melihat tayangan televisi mengenai serangan di Nice, mereka segera mengetahui lokasi serangan sama dengan yang ditunjukkan Aouissaoui.

"Dia menelepon kami kemarin (Kamis) dan mengatakan dia sudah sampai di Perancis," kata si ibu, Gamra Issawi, seperti dikutip Sky News Jumat (30/10/2020).

Gamra kemudian menjawab mengapa anaknya itu tidak tinggal saja di Italia.

Dia mengaku kaget karena Aouissaoui tidak punya kerabat atau teman di sana.

Halaman
123
Editor: Vivi Febrianti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved