Breaking News:

Kisah Tragis Pesta Miras Pemuda Berujung Penusukan, Korban Tewas Ditikam, Pelaku Langsung Sembunyi

Seorang pemuda tewas ditusuk oleh temannya. Awalnya, pelaku bersama korban dan dua rekannya sedang pesta miras.

Shutterstock via Kompas.com
Ilustrasi - Pemuda tewas ditusuk. 

Setelah beberapa saat, pelaku meminta diantar ke titik penjemputan, karena teman yang ditunggu tak kunjung datang.

Saat dalam perjalanan, tiba-tiba pelaku menusuk dada sebelah kiri korban dengan sebuah pisau yang diduga dibawa sejak awal.

Korban pun langsung keluar dari mobilnya dan meminta pertolongan warga.

Warga sekitar yang melihat kemudian menolong korban, sedangkan pelaku diamankan polisi.

"Pelaku sudah kami amankan," kata Salman melalui pesan singkat, Jumat (30/10/2020).

Salman mengungkapkan, setelah kejadian tersebut kondisi korban sudah membaik.

"Kondisi korban saat ini baik-baik saja, tidak terlalu dalam tusukannya," jelasnya.

Hanya bawa uang Rp 27.000

Diduga kuat, pelaku nekat melakukan penganiayaan kepada korban karena tak cukup uang untuk membayar taksi online.

Pasalnya, saat diamankan polisi, pelaku hanya membawa uang Rp 27.000.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Cilacap, AKP Rifeld Constanien Baba mengatakan, motif utama penusukan tersebut adalah karena ekonomi.

"Pelaku hanya membawa uang Rp 27 ribu, pakai taksi online uangnya tidak cukup dan mencoba kabur."

"Karena merasa tersudutkan, pelaku mencoba mengancam menggunakan pisau sebagai benda tajam," ujarnya saat dihubungi Tribunbanyumas.com, Jumat.

Selain itu, pelaku yang sempat beberapa kali mengubah tujuannya membuat biaya taksi semakin besar.

"Jadi sempat bolak-balik tetapi malah tidak ketemu temannya, malah tambah jauh lagi jalannya dan membuat biaya taksi onlinenya membengkak," terangnya.

Ketika ditagih oleh Wasis, AZ malah kebingungan, hingga tiba-tiba pelaku menusuk korban pada bagian dada sebelah kiri.

Kepada polisi, pelaku mengaku membawa senjata tajam tersebut untuk berjaga-jaga.

"Yang bersangkutan mengaku pisau untuk jaga-jaga tapi kita masih dalami lagi," ujarnya.

Ada empat barang bukti yang diamankan pihak kepolisian, yakni baju luar dan baju dalam pengemudi taksi online, hasil visum, serta senjata tajam.

Atas perbuatannya, AZ dikenakan Pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.

(TribunnewsBogor.com/Kompas.com)

Penulis: Mohamad Afkar S
Editor: khairunnisa
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved