Kembali Dibuka, Simak Tiga Hal Penting yang Harus Diperhatikan Sebelum Berangkat Umrah

Ihsan menjelaskan, dari sisi penerbangan yang melayani umrah saat ini, hanya maskapai Saudia Airlines yang tersedia.

Editor: Vivi Febrianti
KOMPAS/ADI PRINANTYO
Jutaan warga Muslim dari berbagai penjuru dunia menunaikan ibadah umrah di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi, Rabu (11/2/2015) dini hari waktu setempat. Di antara jemaah umrah yang menuju Mekkah dan Madinah, jemaah asal Indonesia termasuk salah satu yang mendominasi. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Sekjen DPP Sarikat Penyelenggara Umrah Haji indonesia (Sapuhi) Ihsan Fauzi Rahman mengatakan, ada tiga komponen penting persiapan sebelum keberangkatan umrah dalam era tatanan normal baru atau new normal, yaitu tiket Saudia Airline, visa, dan PCR.

Ihsan menjelaskan, dari sisi penerbangan yang melayani umrah saat ini, hanya maskapai Saudia Airlines yang tersedia.

Kenapa hanya tiket Saudia Airlines saja?

"Karena maskapai lain tidak ada yang berangkat. Saat ini hanya Saudi Airlines yang bisa menerbangkan jamaah umrah ke Saudi Arabia. Pesawat lain saat ini belum bisa mau direct sekaligus seperti Garuda pun belum bisa, Citilink belum bisa, Emirates belum bisa. Qatar Airlines diblokade hingga dua hingga tiga tahun ke depan," ujarnya dalam tayangan virtual Kaaba Official, Senin (2/11/2020).

Lebih lanjut kata dia, penerbangan Saudia Airline hanya melayani satu penerbangan pada pukul 10.45 WIB.

Sementara, maskapai Saudia Airline selama sepekan, akan memberangkatkan jemaah umrah sebanyak tiga kali penerbangan.

"Dalam seminggu hanya ada tiga kali penerbangan. Hari Minggu, Selasa, dan Kamis. Saat ini hanya tersedia satu pesawat saja. Di jam 10.45, di SV 817 atau SV 816. Ini harus dijadikan catatan, karena berkaitan dengan ketentuan PCR 72 jam," ucapnya.

Komponen kedua, yang wajib diketahui jemaah umrah adalah hasil PCR 72 Jam.

Ihsan kembali mencontohkan, hasil PCR 31 Oktober tidak bisa digunakan untuk 3 November, karena melebihi 72 jam.

"Ini mesti sangat diperhatikan karena ini berkaitan dengan status surat sakti jemaah bisa diterima di airport maupun di Jeddah," ujar dia.

Untuk keberangkatan pada hari ini, 3 November, lanjut Ihsan, maksimal pengambilan hasil PCR sebaiknya berdurasi 24 jam sebelum melakukan boarding pesawat.

"Jika penerbangan 3 November, pukul 10.45, pastikan hardcopy PCR sudah di tangan pukul 09.00 pagi. Pokoknya tarik 72 jam dari landing di Jeddahnya," kata dia.

Apabila hasil PCR jamaah dinyatakan positif terkena virus corona (Covid-19) maka pihak maskapai bersedia mengembalikan penuh (full refund) dana umrah tersebut.

"Alhamdulillah di Saudia Airline full refund jika terbukti positif," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved