Breaking News:

Jalan Pabuaran Bojonggede Kondisinya Rusak Parah, Lurah Mau Panggil RT dan RW

Kondisi Jalan Raya Pintu Air Pabuaran, Bojonggede, Kabupaten Bogor, Rabu (4/11/2020) kondisinya semakin parah.

Penulis: Yudistira Wanne | Editor: Damanhuri
TribunnewsBogor.com/Yudistira Wanne
Jalan Raya Pintu Air Pabuaran, Bojonggede, Kabupaten Bogor, Rabu (4/11/2020) kondisinya rusak parah. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Yudistira Wanne

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOJONGGEDE - Kondisi Jalan Raya Pintu Air Pabuaran, Bojonggede, Kabupaten Bogor, Rabu (4/11/2020) kondisinya semakin parah.

Jalan berlubang, aspal mengelupas membuat jalan akses utama dari Bojonggede menuju Depok itu tergenang air, meski saat ini tidak turun hujan.

Ketika hujan turun, Jalan Raya Pintu Air Pabuaran semakin parah lantaran pengendara tidak dapat membedakan mana jalan yang berlubang atau tidak.

Kondisi Jalan Raya Pabuaran tersebut semakin mencekam apabila pengendara melintas di malam hari. Sebab, di jalan tersebut tidak terdapat lampu penerangan.

Seorang warga, Wapiyah mengatakan bahwa kondisi jalan rusak tersebut sudah terjadi semenjak awal Maret lalu.

Menurutnya, akibat jalan rusak tersebut banyak warga yang mengalami kecelakaan.

"Jalan rusak ini terjadi sejak maret pas corona. Kondisinya rusak, kemarin ada mobil nyangkut sedan, tadi malem ada banyak motor jatuh. Biasa macet dari pos pol pasar sampai perumahan Departemen Agama Pabuaran," ujarnya.

Sementara itu, menyikapi permasalahan yang ada, Lurah Pabuaran, Bojonggede, Romli mengaku bahwa dirinya telah meminta perbaikan jalan rusak di Pabuaran.

"Pertama ketika ikuti rapat musrembang tahun 2020 sebenernya sudah direncanakan pemda peningkatan jalan Cilebut- Citayam. Tapi karena covid kemungkinan jalan tersebut ditunda. 2021 dari pihak Bapeda survey ke lapangan akan peningkatan dari jembatan gantung sampai pintu air mudah-mudahan bisa terlaksana. Ini jalan Kabupaten Bogor wilayah Paburan jadi kewenangan Pemda dan PUPR," ujarnya

Lebih lanjut, Romli membeberkan bahwa untuk sementara waktu, pihaknya akan memanggil perwakilan RT dan RW terkait sistem drainase yang tidak berfungsi lantaran ditutup dengan beton.

"Mengatasi banjir, kita panggil pemilik bangunan, tapi sampai saat ini belum hadir. Nanti kita panggil lagi RT/RW, Babinsa, Bimas untuk musyawarah agar ada solusi pembuangan air sehingga tidak tergenang," paparnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved