Kronologi ABG Bunuh Sahabatnya di Depan Ibu yang Lumpuh, Kesal Gara-gara Dibilang Jelek dan Miskin
Pasalnya sejumlah barang hilang, seperti tas korban berisi uang belanja harian RM 400 (Rp 1.3 juta) uang simpanan korban RM 2000 (Rp 6.9 juta) serta d
Penulis: Uyun | Editor: khairunnisa
TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Pelaku pembunuhan Siti Nur Surya Ismail (19) yang dibunuh sahabat di depan ibunya yang lumpuh, berhasil ditangkap polisi.
Pelaku pembunuhan, ternyata sahabatnya sendiri yang bernama Siti Nur Athirah (19).
Penangkapan pelaku ini tak lama setelah polisi melihat CCTV di depan rumah korban, di Kampung Lubik Batu, Telemong, Distrik Marang, Trengganu, Malaysia.
Ketika polisi menginterogasi ibunda korban, sang ibunda tak bisa terlalu banyak bicara akibat kanker otak yang dideritanya.

Padahal, saat itu ibunda korban menjadi saksi satu-satunya pembunuhan keji tersebut.
Kejadian pembunuhan itu terjadi pada Minggu (1/11/2020) sekira pukul 9 pagi waktu setempat.
Baca juga: Gadis 19 Tahun Dihabisi Sahabat Depan Ibunya yang Lumpuh, Ibunda Trauma Sering Tanya Putrinya Dimana
Baca juga: Beredar Kabar Mantan Pacar Siswi SMA Asal Toraja Ikut Susul Bunuh Diri, Polisi Tegaskan Hoax
Hasil rekaman CCTV
Hasil penyelidikan berdasar CCTV sebuah peternakan burung di dekat lokasi, terekam seorang perempuan berkerudung mengendarai motor.
Itulah motor EX5 pelaku yang terpantau masuk dan keluar dari lokasi rumah Siti Nur Surya Ismail .
Sosok itu tak lain Siti Nur Athirah, sahabat dekat satu geng yang sepantaran dengan korban dan masih berusia 19 tahun.
Dikutip TribunnewsBogor.com dari BH Online Malaysia, Ketua Polisi Daerah (Kapolres) Hulu Terengganu, Deputi Superintendan Mohd Adli Mat Daut, menjelaskan pihaknya lalu meminta keterangannya.
FOLLOW:
Terduga pelaku Athirah datang didampingi ibunya ke kantor polisi keesokan harinya.
Sempat Athirah memberikan keterangan berbelit-belit, sehingga polisi curiga.
Akhirnya, pelaku mengakui telah membunuh Siti Nur Surya Ismail.
Baca juga: Ditakuti Susah Dapat Jodoh, Gadis Ini Dirudapaksa di Tengah Kebun, Pelaku Ngaku Orang Pintar
Baca juga: Istri Nyaris Meninggal saat Berhubungan Badan, Suami Ternyata Minum 1 Obat Ini, Dokter Sampai Syok
Kronologi pembunuhan
Pagi itu, Athirah datang menemui Siti Nur Surya Ismail di rumahnya.
Perjumpaan itu membuat pelaku marah karena ucapan korban yang menyakitkan.
Keduanya bertikai hebat.
Kepada penyidik, Athirah membeberkan keburukan Siti Nur Surya Ismail yang acap mengejek kehidupan pribadi dan keluarga pelaku.

Pelaku tak terima ibunya yang hanya bekerja sebagai tukang cuci dan ayahnya hanya bekerja kampung dihinakan oleh korban.
"Tersangka mengaku korban suka mengejek dengan mengatakan dirinya (pelaku, red) tidak cantik dibanding korban."
"Itu yang menjadi pemicu tersangka tidak mempunyai teman pria atau pacar. Polisi masih menyidik motif lain pembunuhan," katanya.
Baca juga: Buang Bu Guru Ngaji ke Sumur, Pelaku Sempat Berbuat Ini di TKP Sebelum Kabur, Kain Hitam Jadi Bukti
Adli mengatakan dalam pertikaian itu, korban dan pelaku sempat saling jambak.
Rambut pelaku ternyata masih ada di genggaman tangan korban.
Sehingga memudahkan polisi untuk mengidentifikasi pelaku pembunuhan.
"Kita juga yakin terjadi pertikaian korban dan pelaku karena kita menemukan beberapa helai rambut dalam genggaman korban," ucap dia.

Tak hanya itu, korban sempat mengigit tangan pelaku sebagai langkah perlawanan diri.
"Terdapat beberapa bekas lebam termasuk gigitan di lengan dan badan tersangka sebelum ditahan untuk penyidikan lanjut," ucap polisi.
Karena tak tahan, tersangka kemudian mengambil pisau dapur dan menusukkannnya berkali-kali ke tubuh korban.
"Tersangka kemudian mengambil pisau dapur yang ada di ruang tamu lalu menikam pergelangan tangan kiri korban (sampai putus)," terang Adli.
Baca juga: Istri Dihubungi Konsumen, Suami Cemburu Lalu Siram dengan Minyak Panas Saat Tidur
Adik korban syok, sempat dikira kakaknya tewas karena perampokan
Jenazah Siti Nur Surya Ismail pertama kali ditemukan oleh adiknya sendiri Siti Nurliyana Syuhada (15), saat baru pulang sekolah pukul 14.30 waktu setempat.
Ketika pulang ke rumah, sang adik syok melihat kakaknya tertelungkup depan televisi di ruang tamu.
Namun ketika menghampiri sang kakak dan membalikkan tubuhnya, sang adik terkejut bukan main.
Kakaknya, Siti Nur Surya Ismail bersimbah darah penuh luka tusukan. Bahkan pergelangan tangannya juga terputus.
"Saya tidak menyangka tragedi berdarah ini terjadi pada kakak.
Ketika melihat mayatnya dengan pergelangan tangan kiri putus, saya takut dan terus keluar rumah untuk menelefon bapa," ucap sang adik, dikutip TribunnewsBogor.com dari BH Online Malaysia.

Siti Nurliyana Syuhada mengira kakaknya menjadi korban perampokan.
Pasalnya sejumlah barang hilang, seperti tas korban berisi uang belanja harian RM 400 (Rp 1.3 juta) uang simpanan korban RM 2000 (Rp 6.9 juta) serta dua unit ponsel.
Ternyata, saat menginterogasi Siti Nur Athirah, polisi menemukan bukti barang yang hilang milik korban ada di rumah pelaku.
Kanit Reskrim Hulu Terengganu, Asisten Komisioner Mohd Marzukhi Mohd Mokhtar, memastikan Nur Surya menjadi korban pembunuhan.
"Barang yang hilang termasuk uang tunai. Penyelidikan awal mendapati kejadian terjadi pukul sembilan pagi," ucap Marzukhi. (*)