Breaking News:

Nekat Merokok di Malioboro, Terancam Denda Rp 7,5 Juta, Ini Awal Mula Aturan Berlaku

Resmi ditetapkan sebagai KTR, kini merokok sembarangan di Malioboro terancam disanksi denda hingga Rp 7,5 juta.

(Dok. Situs Visiting Jogja)
suasana di Jl Malioboro, Yogyakarta - sekarang ada aturan larangan merokok 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Sejak awal tahun 2020, wacana penerapan Malioboro sebagai kawasan tanpa rokok (KTR) telah bergulir.

Sedianya Pemkot Yogyakarta akan menerapkan Malioboro sebagai kawasan tanpa rokok (KTR) pada Maret 2020.

Namun rencana itu terpaksa diundur hingga November 2020 karena ketika itu DIY menetapkan status tanggap darurat Covid-19.

Resmi ditetapkan sebagai KTR, kini merokok sembarangan di Malioboro terancam disanksi denda hingga Rp 7,5 juta.

Seorang bikers melepas sticker club motor yang menempel di papan petunjuk jalan Malioboro, Jogja.
Seorang bikers melepas sticker club motor yang menempel di papan petunjuk jalan Malioboro, Jogja. (Facebook)

Tujuan awal menghormati wisatawan, berkembang untuk menekan penyebaran Covid-19

Pada awalnya, KTR diterapkan untuk menghormati setiap wisatawan yang berkunjung ke Malioboro.

"Menghormati semua orang baik yang perokok maupun yang tidak merokok, (mereka) itu punya hak yang sama," tutur Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo saat awal mula rencana itu digulirkan.

Jika diterapkan, wisatawan diperkirakan akan semakin senang berkunjung lantaran udara di sekitar Malioboro bersih dan lebih segar.

"Kualitas udara akan menjadi makin bersih, puntung rokok juga tidak akan berceceran ke mana-mana," ujar dia.

Baca juga: Cara Mudah Menjaga Kesehatan Paru-paru dengan 6 Cara Ini, Stop Merokok dan Perbanyak Air Putih

Namun seiring waktu, tujuan penerapan KTR juga berkembang untuk menekan penyebaran Covid-19.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved