Breaking News:

Skenario Jahat Remaja Habisi Adik Kelas Demi Uang, Terbongkar Usai Bersandiwara: Saya Disuruh

Kasus tewasnya Dedek terungkap. Polisi mengamankan lima tersangka, termasuk otak yang merencanakan aksi keji.

SRIPOKU.COM / Eko Hepronis
Polres Lubuklinggau melakukan rekonstruksi kasus pembunuhan dan perampokan Abdie Haqim Perdana alias Dedek (15 tahun), Jumat (20/11/2020). 

Pengakuan WA

Setelah Dedek tewas, WA pulang ke kosan lalu langsung pulang ke rumah.

Saat ketiga temannya mengubur jasad Dedek, WA sudah berada di rumah.

Ia mengaku sempat berpura-pura mencari korban sebelum akhirnya ditangkap.

"Selang beberapa hari saya pura-pura ikut mencari Dedek. Karena saat itu saya disuruh oleh AL apabila ada yang bertanya dimana keberadaan Dedek, disuruh jawab pura-pura tidak tahu," ujarnya.

WA sendiri mengaku nekat merencakan pembunuhan Dedek karena ingin menguasai motor dan ponsel milik Dedek.

"Saya membunuh untuk mengambil handphone dan motor untuk membayar hutang dengan NL (Saksi)," ujarnya.

Sementara itu setelah motor Dedek dijual, WA mengaku mendapat bagian Rp 1 Juta.

"Motor yang jual RI dengan RA saya dapat bagian untuk tebus laptop dengan membayar utang. Uang nebus laptop Rp. 800 ribu dengan bayar utang Rp. 200 ribu, totalnya Rp 1 Juta," ungkapnya.

Kemudian WA melarikan diri ke Lahat.

"Saya pulang kemarin langsung sembunyi dalam pondok kosong, saya tidak tahu punya siapa, sehabis itu ketangkap," ujarnya.

(TribunSumsel)

Penulis: Mohamad Afkar S
Editor: Vivi Febrianti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved