Breaking News:

Menteri KKP Ditangkap KPK

Bahas Penangkapan Menteri Edhy Prabowo di Acara Mata Najwa, Najwa Shihab : Menteri Terjaring Lobster

Najwa Shihab bahas soal penangkapan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo oleh KPK, ditayangkan langsung di acara Mata Najwa

Penulis: Uyun | Editor: Mohamad Afkar Sarvika
kolase Instagram @najwashihab/Tribunnews
penangkapan Menteri Edhy Prabowo dikupas habis di acara Mata Najwa, ini kata Najwa Shihab 

Pasalnya, Fadli Zon selama ini sering berkomentar tentang peristiwa-peristiwa besar.

Fadli Zon pun akhirnya membuat cuitan. Namun, bukan terkait dengan penangkapan Edhy.

Ia mencuit tentang perayaan Hari Guru Nasional yang jatuh pada hari ini, Rabu (25/11/2020)

"Pendidikan adalah kunci kemajuan bangsa, dan guru adalah pejuang-pejuangnya. Selamat Hari Guru Nasional!," demikian cuitan Fadli Zon, dikutip Wartakotalive.com.

Ucapan selamat Hari Guru Nasional dari Fadli Zon justru ditanggapi berbeda oleh sebagian warganet.

Warganet mendesak Fadli untuk memberikan respon tentang penangkapan Edhy.

"Sahabat anda lagi kena OTT KPK... lebih serius daripada penurunan baliho. Masa ga ada tanggapan," tulis @kristo_ro

"Pengalihan perhatian Padahal org nunggu komen OTT KPK," tulis @DRukhiyat.

Baca juga: Asyik Santap Lobster, Sandiaga Uno Mendadak Tertawa Dengar Sindiran Susi Pudjiastuti

Kecurigaan Susi Pudjiastuti

Soal pembukaan izin ekspor benih lobster sebenarnya sudah diprotres banyak pihak.

Termasuk mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Susi Pudjiastuti.

Selama ini Susi dikenal lantang menentang kebijakan ekspor benih lobster.

Susi Pudjiastuti saat acara pisah sambut Kementerian Kelautan dan Perikanan di Jakarta, Rabu (23/10/2019). Presiden Joko Widodo melantik Edhy Prabowo sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan di Istana Negara pada Rabu (23/10/2019) Pagi.
Susi Pudjiastuti saat acara pisah sambut Kementerian Kelautan dan Perikanan di Jakarta, Rabu (23/10/2019). Presiden Joko Widodo melantik Edhy Prabowo sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan di Istana Negara pada Rabu (23/10/2019) Pagi. ((KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG))

Sebelumnya Susi juga mempertanyakan kebijakan Edhy Prabowo

Susi mempertanyakan izin ekspor benih lobster yang sudah diberikan kepada 9 perusahaan terpilih.

“Apa hak 9 perusahaan mengambil keberlanjutan sebuah sumber daya laut yang dijadikan misi pemerintah 2014-2019,” kata Susi di akun twitternya pada Kamis, 28 Mei 2020.

Susi Pudjiastuti pun menulis, “laut masa depan bangsa!!! Kenapa bapak presiden @jokowi @djpt_kkp @DitPSDI @suhanaipb melakukan hal seperti ini??? Kenapa???.” Terakhir, Susi menulis, “siapa mereka? Kenapa mereka terpilih untuk dapat privilege? Kok bisa?”

Baca juga: Fadli Zon Jadi Trending Setelah Menteri Edhy Prabowo Ditangkap KPK, Begini Cuitannya di Twitter

Resmi Dilegalkan oleh Edhy Prabowo

Setelah sempat menuai pro kontra, Edhy Prabowo akhirnya melegalkan ekspor benih lobster.

Pelegalan ekspor benih lobster itu dilakukan Edhy dengan menerbitkan Peraturan Menteri KP Nomor 12/Permen-KP/2020 tentang Pengelolaan Lobster (Panulirus spp.), Kepiting (Scylla spp.), dan Rajungan (Portunus spp.) di Wlayah Negara Republik Indonesia.

Aturan itu diterbitkan pada 4 Mei 2020.

Dalam Permen KP No 12/Permen-KP/2020, ekspor benih lobster dilegalkan dan diatur dalam pasal 5.

Namun, eskpor benih lobter tersebut harus memenuhi sejumlah ketentuan.

Menteri Kelautan dan Perikanan 2019-2024 Edhy Prabowo ditangkap KPK pada Rabu 25 November 2020
Menteri Kelautan dan Perikanan 2019-2024 Edhy Prabowo ditangkap KPK pada Rabu 25 November 2020 (Kompas.com)

Di antaranya, kuota dan lokasi penangkapan benih lobster sesuai hasil kajian dari Komisi Nasional Pengkajian Sumber Daya Ikan (Komnas Kajiskan) yang dibentuk oleh menteri.

Syarat lainnya, eksportir benih lobster harus melaksanakan kegiatan pembudidayaan lobster (Panulirus spp.) di dalam negeri dengan melibatkan masyarakat atau pembudi daya.

Selain itu, eksportir telah berhasil melaksanakan kegiatan pembudidayaan lobster (Panulirus spp.) di dalam negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) yang ditunjukkan dengan sudah panen secara berkelanjutan; dan telah melepasliarkan Lobster (Panulirus spp.) sebanyak 2 (dua) persen dari hasil Pembudidayaan dan dengan ukuran sesuai hasil panen.

Ketentuan lainnya, benih lobster yang dieksport diperoleh dari Nelayan kecil penangkap Benih Bening Lobster (Puerulus) yang terdaftar dalam kelompok Nelayan di lokasi penangkapan Benih Bening Lobster (Puerulus).

Di luar itu, terdapat sejumlah ketentuan lainnya yang harus dipenuhi oleh eksportir lobster.

Adapun soal harga terendah lobster yang diekspor diatur dalam Pasal 5 ayah 2. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved