Ditemukan Tewas Gantung Diri oleh Anaknya yang Berusia 7 Tahun, Ibu Muda Sempat Update Ini di WA
Ibu Muda Ditemukan Tewas Gantung Diri oleh Anaknya yang Berusia Tahun, Sempat Tulis Status Ini di WhatsApp
Penulis: Vivi Febrianti | Editor: khairunnisa
TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Seorang ibu muda ditemukan tewas gantung diri di rumahnya.
Mirisnya, jasad sang ibu yang tergantung di rumahnya itu pertama kali ditemukan oleh anaknya yang berusia 7 tahun.
Melihat ibunya dalam kondisi seperti itu, sang anak pun tampak syok.
Mengapa tidak, saat masuk ke rumah, bocah itu menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri ibunya tewas.
Apalagi sang ibu tewas dalam kondisi tergantung di rumah mereka.
Dilansir TribunnewsBogor.com dari SuryaMalang.com Rabu (3/12/2020), tragedi miris bocah temukan ibunya gantung diri di dalam rumah ini terjadi di Kepulauan Bangka Belitung.
Sebelum memutuskan untuk bunuh diri dengan cara gantung diri, sang ibu diketahui sempat update WhatsApp pakai emoji bendera merah.
Apa yang dialami bocah 7 tahun asal Kepulauan Bangka Belitung ini, mungkin akan jadi pengalaman pahit yang tak akan pernah ia lupakan.
Ia menemukan ibunya sendiri bunuh diri dengan cara gantung diri di rumahnya.
Sebelum memilih mengakhiri hidupnya, ibu rumah tangga asal Muntok, Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung ini sempat menuliskan status dengan emoji bendera merah.
Baca juga: Postingan Terakhir Selebgram Ayu Wulantari Sebelum Bunuh Diri, Sang Bidan Depresi karena Putus Cinta
Baca juga: Kejanggalan Kasus Ibu Bunuh 2 Anak Lalu Bunuh Diri, 1 Anak Kembar Selamat, Tak Ada Bekas Diracun
Jasad perempuan 28 tahun itu pertama kali ditemukan anaknya yang masih berumur 7 tahun.
"Ditemukan anaknya. Hasil sementara memang bunuh diri," kata Kasat Reskrim Polres Bangka Barat, AKP Andri Eko Setiawan, Selasa (1/12/2020), dikutip dari Kompas.com.
Dari tempat kejadian polisi mengamankan seutas tali dan kursi.
Ibu dua anak itu ditemukan pada Senin (30/11/2020) sore.
Andri menuturkan, korban sempat curhat pada keponakannya terkait persoalan utang senilai Rp 30 juta.
Bahkan korban menawarkan untuk menjual rumahnya.
Sementara suami korban tidak memiliki uang untuk melunasi utang tersebut.
Sebelum bunuh diri, korban sempat mengunggah status WhatsApp tentang perasaan hidupnya dengan emoji bendera merah.
Baca juga: Bunuh 2 Anak lalu Gantung Diri, Ibu Muda : Maafkan Aku, Aku Pergi, Biar Anak-anak Ikut Bersamaku
Baca juga: Ibu Muda Gantung Diri dan Bunuh 2 Anaknya, Suami Syok Temukan Sepucuk Surat : Maafkan Aku Pergi
Disclaimer:
Berita ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri.
Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa.
Berbagai saluran telah tersedia bagi pembaca untuk menghindari tindakan bunuh diri, satu di antaranya, Anda bisa simak website Into the Light Indonesia di bawah ini:
>>https://www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri/hotline-dan-konseling/
Kasus Serupa
Polsek Tenayan Raya menemukan selembar kertas yang berisi pesan pada kasus ibu diduga bunuh dua anaknya lalu gantung diri di Jalan Palembang, Kelurahan Sialang Rampai, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Riau, Senin (16/11/2020).
Selembar surat tersebut ditemukan di atas selimut dua orang anaknya yang telah meninggal dunia di tempat tidur.
"Maafkan aku, aku pergi, biarlah anak-anak ikut bersamaku," isi surat tersebut.
Kasubag Humas Polresta Pekanbaru Iptu Polius Hendriawan mengatakan, surat itu diduga dibuat oleh NSW (27).
Pasalnya, sang ibu juga ditemukan tewas gantung diri menggunakan kain di ruang dapur.
"Korban diduga membunuh dua anaknya lalu gantung diri. Namun, saat ini masih dilakukan penyelidikan oleh Polsek Tenayan Raya," kata Polius kepada Kompas.com melalui pesan WhatsApps, Selasa (17/11/2020).
Selain menemukan selembar surat, sambung dia, Polsek Tenayan bersama tim Identifikasi Polresta Pekanbaru juga menemukan barang bukti kain panjang, satu buah kursi, susu bayi, dan ponsel korban.
Baca juga: Pria Gantung Diri di Pohon Mangga karena Depresi, Minta Uang Rp 20 Ribu untuk Bekal Bertemu Tuhan
Baca juga: Pria di Ciomas Bogor Nekat Gantung Diri Karena Depresi, Ternyata Sudah 2 Kali Percobaan
Diduga akan bunuh 3 anaknya
Polius mengatakan, ibu NSW diduga akan membunuh tiga orang anaknya.
Ketiga anaknya yang paling tua perempuan berusia dua tahun, sedangkan dua lagi bayi kembar laki-laki baru berusia enam bulan.
Dua anaknya meninggal dunia dalam keadaan mulut berbusa. Sedangkan satu bayinya masih bisa diselamatkan dan dilarikan ke klinik setempat.
"Yang meninggal dunia anak pertama perempuan berusia dua tahun dan bayi laki-laki berusia enam bulan," kata Polius. Seorang ibu NSW (27) hingga diduga tega membunuh dua orang anaknya.
Usai membunuh kedua anaknya, NSW gantung diri. Peristiwa ini terjadi di Jalan Palembang, Kelurahan Sialang Rampai, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Riau, Senin (16/11/2020), sekitar pukul 17.00 WIB.
Kejadian ini membuat warga sekitar gempar.
Dua anak ditemukan tewas dan ibunya ditemukan tewas tergantung dengan kain.
(TribunnewsBogor.com/Suryamalang.com)