Breaking News:

Cegah Peredaran Narkoba, Lapas Paledang Rutin Sidak Dan Adakan Program Rehabilitasi

Upaya pencegahan peredaran narkoba terus dilakukan di Lapas Kelas IIA Paledan Bogor

Dokumentasi Lapas
Hasil sidak lapas paledang tahun 2020 dan pemusnahan barang barang hasil sidak. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Upaya pencegahan peredaran narkoba terus dilakukan di Lapas Kelas IIA Paledan Bogor dengan rutin melakukan inspeksi mendadak.

Tak hanya itu, pembinaan kepada tahanan narkoba pun terus dilakukan oleh petugas lapas agar tahanan yang nantinya bebas sudah benar-benar lepas dari jeratan narkoba.

Kepala Lapas Paledang Kelas IIA Bogor, Teguh Wibowo mengatakan bahwa pelaksanaan sidak dilakukan rutin minimal empat kali dalam sebulan.

Dari hasil Sidak tahun 2019 lalu hingga awal 2020 pihaknya menemukan handphone dan berbagai aksesoris handphone.

"Barang yang ditemukan sepanjang sidak 2019 hingga awal 2020 itu ada 125 handphone, 30 charger, 30 headset, lima modem internet, empat unit powerbank dan 30 baterai handphone," katanya, Jumat (4/12/2020).

Selanjutnya barang-barang tersebut langsung dihancurkan dan dibakar.

Teguh menjelaskan bahwa setiap pengunjung yang datang harus melewati pemeriksaan agar tidak ada barang yang bisa diselundupkan.

Tak hanya itu di tengah situasi pandemi saat ini, pihaknya memberlakukan aturan belum bolehnya kunjungan tatap muka.

Sehingga Teguh memastikan tidak ada barang selundupan yang masuk ke Lapas Kelas IIA Paledang, Bogor.

"Kita sejak Maret sudah tidak boleh ada kunjungan tatap muka, jadi bisa dipastikan tidak ada barang selundupan yang masuk dan seluruh warga binaan bersih dari barang elektronik," katanya

Sementara itu untuk memastikan napi di tahanan bebas dari narkoba dan untuk meutus mata rantai jerak narkoba, pihak lapas rutin melakukan kegiatan rehabilitasi.

Ditahun 2020 ini ada 100 warga binaan yang mengikuti program rehabilitasi.

Kepala KPLP Lapas Kelas IIA Paledang, Bogor, Rachmad Mintarja, mengatakan bahwa program rehabilitasi ini bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Bogor, Dinas Sosial Kota Bogor, RS Marzuki Mahdi, BNN Kabupaten Bogor dan Yayasan Permata Hati Kita.

"Jadi kami berharap, setiap warga binaan yang masuk sini, setelah keluar pun benar-benar bersih dari narkoba, mereka tidak lagi terikat dengan dunia hitam itu dan bisa menjalani hidup dengan normal,"katanya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved