Muhammad Ridho: Tim Madura United Harus Izin Ke Manajemen Apabila Ingin Main Tarkam

Namun permasalahannya, sejumlah tim melarang pemain profesional untuk bermain tarkam.

Penulis: Yudistira Wanne | Editor: Vivi Febrianti
TribunnewsBogor.com/Yudistira Wanne
Penjaga gawang Madura United, Muhammad Ridho 

Laporan Wartawan TribunnnewsBogor.com, Yudistira Wanne

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Ikut bermain dalam pertandingan antar kampung ( tarkam) menjadi suatu hal yang lumrah bagi pesepak bola profesional disaat kompetisi Liga Indonesia tidak ada di tahun 2020 sejak awal Maret lalu.

Pemain sepak bola terpaksa harus mengambil job tarkaman lantaran harus menyambung kehidupan, misalnya untuk kebutuhan pokok, mencicil kendaraan, mencicil rumah dan lainnya.

Dengan keadaan terpaksa, pemain memgambil jalan pintas untuk bermain tarkam.

Namun permasalahannya, sejumlah tim melarang pemain profesional untuk bermain tarkam.

Berbicara tarkam, salah satu tim kontestan Liga 1 2020, Madura United menjadi tim yang menerapkan rasa kekeluargaan cukup kuat.

Penjaga gawang Madura United, Muhammad Ridho mengatakan bahwa tim berjuluk Laskar Sapi Kerap tidak melarang pemainnya bermain tarkam.

Hanya saja, pemain diminta untuk berkomunikasi terlebih dahulu ke dalam tim sebelum ikut terjun ke pertandingan tarkam.

"Kemarin saya lihat di media, coach Rahmad Darmawan sudah bilang, kalau ada pemain yang ikut tarkam harus izin dulu biar pemain itu tahu masih pemain madura," ujarnya. 

"Juga coach RD juga tahu bahwa si A si B si C ikuti tarkam, tak masalah sebetulnya. Tapi ya itu tadi biar ngga cedera," tambahnya.

Sementara itu, Ridho membeberkan terkait alasan dirinya mengapa saat ini ada di Jakarta.

Menurutnya, keberadan dia di Jakarta semata-mata untuk mencari suasana baru dan bertemu sanak keluarganya.

"Saya juga di sini sebenernya intinya ingin mencari suasana baru, karena di Madura sepi, makanya saya cari suasana baru ke jakarta untuk jalan-jalan, supaya keluarga juga tidak stres, makanya saya ke jakarta," jelasnya.

Lebih lanjut, Ridho menjelaskan bahwa tim pelatih tidak memiliki pesan khusus untuk para punggawa Madura United selama tim diliburkan.

Sebab, tim pelatih Madura United mengaggap pemain mampu menerapkan kedisiplinan masing-masing terkait profesinya sebagai atlet.

"Sebenernya tidak ada instruksi khusus, cuma itu kembali ke masing-masing pemain dan saya juga pastinya tidak meninggalkan kewajiban seperti latihan, itu kesadaran masing-masing pemain," tandasnya.

Kompetisi Liga 1 2020/2021 rencananya akan digulirkan kembali pada Februari tahun depan dengan format kompetisi secara utuh.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved