Breaking News:

Rumah Calon Kades Ditutup Beton

BREAKING NEWS - Rumah Seorang Calon Kades di Bogor Ditutup Pagar Beton Jelang Pencoblosan

Jelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Bogor, rumah salah satu calon kades tiba-tiba ditutup pagar beton.

TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Jelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Bogor, rumah salah satu calon kades tiba-tiba ditutup pagar beton, Kamis (10/12/2020). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CITEUREUP - Jelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Bogor, rumah salah satu calon kades tiba-tiba ditutup pagar beton.

Kejadian ini menimpa rumah calon kades Desa Sanja, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor bernama Anang Sudjarwoko alias Koko.

Seperti diketahui, acara pencoblosan atau Pilkades serentak di Kabupaten Bogor akan digelar pada tanggal 20 Desember 2020 nanti.

Pantauan TribunnewsBogor.com, Kamis (10/12/2020), pagar beton ini menutupi hampir semua akses jalan masuk menuju rumah calon kades Koko tersebut.

Akses jalan yang awalnya bisa dilintasi kendaraan roda empat mobil, kini hanya bisa dilintasi pejalan kaki saja.

Padahal di dalam area yang ditutupi pagar beton ini juga terdapat Majelis Taklim yang kerap dipakai kegiatan keagamaan oleh warga sekitar.

Terpantau, di sana juga dipasangi sepanduk informasi bahwa tembok beton tersebut bukan dipasang oleh Koko sendiri demi informasi untuk warga yang biasa masuk ke majelis taklim atau melintasi jalan tersebut.

Pemilik rumah menjelaskan bahwa pagar itu pertama kali ditemukan berdiri pada Kamis (3/12/2020).

Muncul kabar dugaan bahwa tembok pagar beton itu dipasang oleh pihak tertentu berkaitan dengan Pilkades serentak.

Namun, Koko mengaku tak bisa berkomentar banyak terkait hal ini.

"Untuk kaitannya dengan Pilkades, saya tidak bisa katakan ya atau tidak, masih abu-abu saya. Cuma pas pemagaran ini, pas posisi sedang (jelang) Pilkades," kata Koko kepada TribunnewsBogor.com, Kamis (10/12/2020).

Dia menduga bahwa pemagaran beton itu dilakukan oleh warga lain perihal soal tanah.

Namun, Koko masih perlu melakukan musyawarah dengan warga tersebut dan pagar beton itu sementara masih dibiarkan.

"Saya sudah WA ke RT tapi tidak ada respon," ungkap Koko.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved