Kembangkan Program Kewirausahaan, Kementerian Sosial Lakukan Kombinasi Bisnis dengan Isu Sosial

Kementerian Sosial terus meningkatkan dan mengembangkan Program Kewirausahaan Sosial bagi pelaksana dan penerima manfaat secara efektif dan efisien.

Editor: Vivi Febrianti
Ist
Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial, Kementerian Sosial, Edi Suharto, pada kegiatan penyusunan Instrumen Monev Program Kewirausahaan Sosial Tahun 2020 di Hotel Mirah Bogor, Sabtu (12/12/2020). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM — Kementerian Sosial terus meningkatkan dan mengembangkan Program Kewirausahaan Sosial bagi pelaksana dan penerima manfaat secara efektif dan efisien.

Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Edi Suharto hadir dan memberikan arahan pada kegiatan penyusunan Instrumen Monev Program Kewirausahaan Sosial Tahun 2020 di Hotel Mirah Bogor.

Dalam arahannya, Edi Suharto menyampaikan mengenai Social Entrepreneurship, yang merupakan kombinasi antara bisnis dan isu sosial, serta ide-ide inovasi untuk perubahan sosial dengan menerapkan strategi bisnis.

"Kita bisa menyelesaikan masalah sosial dengan pemberian stimulan modal melalui BSIMU (Bantuan Sosial Insentif Modal Usaha) dan pendampingan usaha oleh inkubator dengan mentoring dan strategi bisnis," ucap Edi Suharto, dalam rilis yang diterima TribunnewsBogor.com, Sabtu (12/12/2020).

Ia juga mengatakan, pendekatan bisnis ini ditujukan untuk meningkatkan keberdayaan masyarakat dalam mencegah dan mengatasi resiko sosial ataupun mengatasi masalah sosial.

"Pendekatan bisnis itulah yang dilakukan mitra Kemensos, Oorange, Bina Swadaya, Agape, Polines. Pendekatan bisnis untuk menolong orang miskin agar tidak terus berada dalam kemiskinannya, " lanjutnya.

Kegiatan ini dilaksanakan untuk menghasilkan instrumen monitoring dan evaluasi sebagai panduan bagi pelaksana Program Kewirausahaan Sosial, serta mengembangkan Program Kewirausahaan Sosial kedepannya.

Penyusunan Instrumen Monev Program Kewirausahaan Sosial Tahun 2020 dilaksanakan selama 3 hari dimulai tanggal 10 s.d 12 Desember 2020.

Peserta kegiatan sebanyak 30 orang yang berasal dari unsur inkubator, mentor usaha, dan praktisi.

Hadir dalam kegiatan Kasubdit LPPK, Kepala Seksi LPK, Tenaga Teknis Dit PSPKKM, Kabag PP Setditjen Dayasos, dan mitra Kementerian Sosial, PIB Oorange Unpad, PIB Polines, PT ZFN Agape Indonesia, PT. Bina Swadaya Mandiri.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved