Hampir Setahun Siswa Belajar di Rumah Imbas Pandemi Covid-19, Ini Menurut Pakar Mental Anak
pembatasan mobilitas fisik di masa pandemi Covid-19 termasuk meliburkan aktivitas sekolah rupanya bisa mengakibatkan anak-anak alami tekanan psikologi
Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Vivi Febrianti
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, DRAMAGA - Hampir satu tahun para siswa Indonesia belajar di rumah secara daring imbas pandemi Covid-19.
Adanya pembatasan mobilitas fisik di masa pandemi Covid-19 termasuk meliburkan aktivitas sekolah rupanya bisa mengakibatkan anak-anak mengalami tekanan psikologis.
Hal ini diungkapkan oleh Pakar Kesehatan Mental Anak Dr. Ratna Megawati dalam webinar Agrianita IPB University dalam menyambut Hari Ibu 2020.
Sebab menurut dia, bisa aktif berkegiatan merupakan hal yang sangat penting bagi anak-anak.
"Rasa bosan dan tugas sekolah yang menumpuk, membuat semakin malas dan tidak bersemangat. Saya sangat khawatir nanti akan ada generasi yang lemah dan tidak punya semangat akibat dari stres yang berkepanjangan ini,” kata Dr Ratna dalam keterangan tertulis, Senin (14/12/2020).
Kesehatan mental ini menurutnya sangat terkait dengan proses membangun karakter.
Karakter ini merupakan komponen yang menentukan kemampuan seseorang dalam mengontrol emosi serta mengelola dorong-dorongan yang mempengaruhi perilakunya.
“Pengalaman emosi negatif menghambat perkembangan otak bagian korteks yang berperan dalam kemampuan berfikir logis. Seseorang dengan korteks yang tidak berkembang baik akan cenderung impulsif dalam bertindak,” jelasnya.
Pemateri lain, Ir Shahnaz Haque menyampaikan ada tiga hal yang dapat meningkatkan semangat anak untuk menempuh pendidikan.
Yakni adalah orang tua yang mendukung, lingkungan sekolah yang nyaman dan fisik serta pikiran anak yang sehat.
“Untuk menjaga pikiran anak yang sehat, kita harus menggunakan kata-kata positif dalam menumbuhkan semangat mereka dan tidak dengan membandingkan dengan orang lain, akan tetapi membandingkan dengan dirinya sendiri. Dulu belum bisa, sekarang sudah bisa. Dulu bisa, kenapa sekarang tidak bisa,” ujarnya.
Selain itu, Shahnaz Haque menyampaikan bahwa merayakan pencapaian anak juga hal yang penting karena setiap pencapaian meskipun sederhana tetap merupakan sebuah prestasi dan apresiasi yang tepat akan memotivasi anak untuk terus berprestasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/webinar-akbar-ipb.jpg)