Breaking News:

Kesaksian Anak Lihat Ibu dan Adiknya Terkapar Ditembak Ayah Kandung: Gue Keluar Udah Pada Berdarah

Tiga orang ditemukan terpakar di ruang tamu rumahnya di kawasan Sukmajaya, Kota Depok setelah ditubuhnya bersarang timah panas.

TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Pemakaman Aiptu Slamet Teguh Priyanto, Kamis (31/12/2020). 

Sebelum kejadiaan nahas ini terjadi, Slamet sempat cekcok dengan istrinya berinisial CK.

Karena tersulut emosi, Slamet menodongkan pistol ke arah istrinya.

Baca juga: Gadis Pegawai Bank Tewas Usai Berduel dengan Perampok, Ditubuhnya Ada 25 Tusukan

Baca juga: Bacaan Doa Akhir Tahun Bahasa Arab dan Latin Lengkap Dengan Artinya

Bripda RK ditembak oleh ayah kandungnya yakni Aiptu Slamet saat ingin menyelamatkan ibunya yang kala itu ditodongkan pistol oleh sang ayah.

Todongan itu langsung dihalangi oleh RK yang juga merupakan anggota polisi berpangkat Bripda.

Rupanya, sang ayah yang sudah gelap mata malah menembak anak dan istrinya itu.

RK dan ibunya yakni CK langsung tersungkur di ruang tamu rumahnya.

Sejumlah petugas kepolisian berjaga di lokasi kejadian.
Sejumlah petugas kepolisian berjaga di lokasi kejadian. (TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA)

Setelah membuat luka istri dan anaknya, Teguh yang berdinas di Polres Tebet, Jakarta Selatan ini mengakhiri hidupnya.

Senjata api itu diarahkan ke bagian mulutnya, dan sebutir timah panas tepat menembus hingga ke bagian lehernya.

Sosok Aiptu Slamet

Kanit Reskrim Polsek Tebet AKP Agus Herwahyu Adi mengaku kerap bertemu Aiptu Slamet pada malam hari setelah selesai bekerja.

Namun, pada Selasa malam menjelang Rabu dini hari, ia tidak melihat keberadaan Aiptu Slamet.

"Kalau malam itu habis lepas dinas biasanya ketemu (Aiptu Slamet). Biasanya nongkrong di luar, depan lobi. Tapi semalam nggak ada," kata Agus saat dihubungi TribunJakarta.com.

Baca juga: Resep Ayam Bakar Bumbu Gurih Lengkap Cara Membuatnya untuk Malam Tahun Baru

Baca juga: Motif Gisel Rekam Video Syur 19 Detik Terungkap, Videonya Sempat Dikirim ke Ponsel MYD

Kendati demikian, Agus sama sekali tidak memiliki prasangka buruk terhadap Aiptu Imam.

"Saya pikirnya dia mungkin capek atau gimana lah," ujar dia.

Menurut Agus, Aiptu Slamet memiliki pembawaan yang tenang.

Garis polisi terpasang di kediaman korban yang merupakan lokasi kejadian, Rabu (30/12/2020). Seorang anggota Polri berpangkat Aiptu, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri usai menembak istri dan anaknya sendiri,
Garis polisi terpasang di kediaman korban yang merupakan lokasi kejadian, Rabu (30/12/2020). Seorang anggota Polri berpangkat Aiptu, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri usai menembak istri dan anaknya sendiri, (TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma)

Ia mengaku tidak mengetahui perihal masalah rumah tangga yang dialami bawahannya tersebut.

"Nggak ada masalah kalau selama dia di kantor. Dia tenang orangnya," tutur Agus.

"Kita juga nggak tahu dia ada kepentingan keluarga atau apa lah," tambahnya.

Selain itu, Agus menyebut Aiptu Imam juga kerap mengumbar canda kepada rekan-rekannya.

"Baik orangnya, bercanda-canda sama kita kok," ujar dia.

Baca juga: Tembak Anak dan Istrinya di Ruang Tamu, Aiptu Slamet Tewas Bunuh Diri

Baca juga: Pengakuan Siswi SMP Dipaksa Layani Kakak Tiri Hingga Hamil: Pintu Dikunci, Saya Suruh Lepas Pakaian

Agus mengatakan, selama ini Aiptu Slamet bertugas di bagian Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).

"Dia (Aiptu Slamet) di bagian SPKT, sudah 20 tahun di sini (Polsek Tebet)," ujarnya.

(TribunnewsBogor.com/Tribun Jakarta)

Penulis: Damanhuri
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved