Breaking News:

Tak Mau Kalah dari China, Matahari Buatan Korea Catat Rekor Dunia, Apa Bedanya?

Info teranyar, matahari buatan Korea Selatan dilaporkan mencetak rekor dunia baru.

National Research Council of Science and Technology/PHYS)/kompas.com
Perangkat fusi superkonduktor atau matahari buatan KSTAR, yang dikembangkan para peneliti Korea Selatan dan Amerika Serikat. Operasi matahari buatan ini pecahkan rekor dunia baru dengan durasi operasi plasma 20 detik dengan suhu lebih dari 100 juta derajat Celcius. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Tampaknya tak mau kalah dari China, Korea Selatan juga berhasil membuat matahari buatan.

Bahkan matahari buatan Korea Selatan ini diklaim lebih baik karena sampai mencatat rekor dunia.

Lalu apa bedanya dengan matahari buatan China?

China dan Korea Selatan unjuk gigi dalam penciptaan matahari buatan.

Info teranyar, matahari buatan Korea Selatan dilaporkan mencetak rekor dunia baru.

Pasalnya, matahari buatan Korea Selatan berhasil mempertahankan plasma bersuhu tinggi selama 20 detik dengan suhu ion lebih dari 100 juta derajat Celcius.

Sebelumnya diberitakan bahwa China lebih dahulu 'meneritkan' matahari buatannya.

Kali ini, matahari buatan dari pemanfaatan energi nuklir yang dikembangkan Korea Selatan berhasil menyala lebih lama dan mencetak rekor dunia baru.

Baca juga: Mulai 22 Januari, Vaksinasi Covid-19 di Banten Akan Dimulai, Tenaga Kesehatan Sasaran Utama

Perangkat fusi superkonduktor atau matahari buatan tersebut dikembangkan Korea Superconducting Tokamak Advanced Research (KSTAR), merupakan studi bersama Seoul National University (SNU) dan Columbia University, Amerika Serikat.

Dengan mempertahankan pengoperasian plasma yang berkelanjutan selama 20 detik, para peneliti telah mencapai syarat inti fusi nuklir dalam Kampanye Plasma KSTAR 2020.

Halaman
123
Editor: Tsaniyah Faidah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved