Kisah Gadis Desa Terbuai Janji Palsu Marinir Gadungan, Acara Lamaran Berakhir Duka : Ditunggu 2 Hari
Kisah gadis desa terbuai janji palsu TNI gadungan. Korban dijanjikan bakal dinikahi, sampai sudah siapkan sapi dan kambing.
Penulis: Mohamad Afkar S | Editor: Damanhuri
TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Seorang gadis desa di Sukabumi menjadi korban pria Marinir gadungan yang mengaku berpangkat kolonel.
Gadis berinisial SY (19) bahkan telah mempersiapkan pesta pernikahan dengan TNI gadungan tersebut.
Pasalnya, sebelum ditangkap, TNI gadungan berinisial RY itu berjanji bakal menikahi korban.
Di sisi lain, RY juga meminjam uang kepadanya sebesar Rp1,3 juta yang sampai saat ini belum membayarnya.
"Dia dari awal kenal juga udah sering pinjam uang sama saya, kaya yang keitung aja ya dia ngomongnya minjem itu Rp 1,3 juta.
Terus belum lagi kalau misalkan dia gak ada bensin, gak ada rokok, tapi ya udahlah itu mah gak usah dihitung," ujarnya di Pos AL Palabuhanratu kepada wartawan, Senin (4/1/2021).
Baca juga: Ingin Terlihat Gagah Supaya Dapat Pacar, Aksi TNI Gadungan Ini Akhirnya Terbongkar
Baca juga: Pikat Janda Kaya Pakai Baret Ungu, Petualangan 4 Tahun TNI Gadungan Berakhir di Sukabumi
RY beralasan akan mengganti uang SY saat gajihan dengan cara ditransfer.
"Pas ketemu saya katanya bensin aku abis, minta dulu dong, nanti pas udah di Jakarta ditransfer lagi, di Jakarta Selatan bilanya. Belum (bayar) sampai sekarang, waktu itu teh katanya belum gajihan, nanti bayarnya pas gajihan aja," pungkasnya.
Awal perkenalan
SY menyebut jika sejak awal RY datang ke rumahnya dan langsung mengajak menikah.
Saat itu, RY berjanji akan memberikan uang lamaran kepada SY sebesar Rp 70 juta.
Pelaku juga menjanjikan akan membelikan SY mobil dan sejumlah perhiasan.
"Ya, dia pertama tentara, jadi katanya udah mapan, punya rumah sendiri, pas sebelum lamaran katanya mau ngasih saya mobil, seperangkat perhiasan.
Kan saya punya kakak, kakak saya belum menikah, sama dia katanya mau dimodalin 40 juta, mau cukup mau enggak katanya 40 juta jangan sampai nyusahin orang tua saya," terangnya.

"Terus dianya juga mau seleh ke saya 70 juta. Semua dekorasi udah ditanggungjawab sama dia. Jadi kan dia seriusnya itu udah ngomong sama keluarga, jadi kan cowo ngomong datang langsung ke rumah, tapi kan kenyataannya gitu," jelasnya.
SY mengungkapkan bahwa dirinya mulai dekat dengan pelaku pada bulan September.
"Awal mulanya kan deket bulan September, pas waktu hubungannya dia serius, pertamanya katanya tunangan dulu aja, tapi pas bulan Oktober akhir dia bilang yaudah langsung nikah aja," katanya.
Saat itu, RY janji akan membawa artis ternama Nikita Mirzani dan jaksa terkenal.
"Nah disana itu kan udah ada perjanjian tanggal 14 November itu lamaran, dia mau bawa keluarganya, terus mau bawa Nikita Mirzani, sama kan dia ngakunya ibunya Jaksa di Jakarta Timur dan ayahnya pemilik tambang batu bara di Kalimantan. Dia katanya mau bawa Nikita Mirzani sama jaksa-jaksa yang terkenal kaya gitu," terangnya.
Baca juga: Ngaku Anggota Brimob, Polisi Gadungan Ini Kelabui dan Curi Mobil Korbannya
Baca juga: Minta Uang Tebusan Rp 50 Juta, Anggota BNN Gadungan Diciduk
Setelah itu, keluarga SY pun melakukan berbagai persiapan untuk menerima lamaran.
Keluarga SY bahkan sampai membeli seekor sapi dan dua ekor kambing.
Namun, saat ditunggu RY tidak kunjung datang.
"Pas tanggal 14 kan wajar orang kampung, yang gak ada diada-adain, kaya masakan, terus keluarga sudah pada kumpul, sodara sudah pada kumpul. Pas ditunggu gak dateng, dia alasannya katanya mau ke Geopark dulu, abis itu baru ke rumah saya, keluarga saya sudah beli satu ekor sapi, sama dua ekor kambing," katanya.
Kemudian SY kembali mencoba menghubungi RY.
Namun ternyata nomor telepon RY tak dapat dihubungi.
"Pas ditungguin dua hari gak ada, pasa tanggal 16 itu masih bisa dihubungin, pas tanggal 16 akhir itu udah gak aktif nomernya. Kita kan jadi was-was, kita ingin nanyain kebenarannya gimana," jelasnya.
Hingga akhirnya SY mencari RY ke Parungkuda.
Sebelumnya, RY mengaku memilik tempat tinggal di daerah tersebut.
"Kita maksain datang, saya diantar sama bibi saya, katanya kan dia ngomong punya rumah di Parungkuda dekat stasiun. Udah nanya juga ke RT RT nya kurang lebih disana lebih 1 jam gak ada katanya, gak ada," ujarnya.
"Akhirnya kan jalan satu-satunya kita datang aja ke rumah saudaranya, kebetulan saya juga pernah diajak main kesana. Kebetulan di sana ada neneknya, dan di sana saya tahu bahwa dia bukan anggota TNI dan dia juga pengangguran katanya belum kerja," tambahnya.
(TribunnewsBogor.com/TribunJabar)