Breaking News:

Petugas Gabungan Kunjungi Markaz Syariah Habib Rizieq di Puncak, Pastikan Tak Ada Atribut FPI

Petugas gabungan dari Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Megamendung kunjungi Markaz Syariah Habib Rizieq Shihab (HRS) di Megamendung

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Damanhuri
Dokumentasi Muspika Megamendung
Petugas gabungan dari Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Megamendung sambangi Markaz Syariah Habib Rizieq Shihab (HRS) di Megamendung, Kabupaten Bogor, Senin (4/1/2021). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, MEGAMENDUNG  -  Petugas gabungan dari Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Megamendung kunjungi Markaz Syariah Habib Rizieq Shihab (HRS) di Megamendung, Kabupaten Bogor, Senin (4/1/2021).

Mereka merupakan petugas gabungan TNI, Polri dan Satpol PP tingkat kecamatan termasuk pemerintah setempat.

"Kegiatan jam 14.00 WIB, yang ke sana dari Koramil, Polsek, Satpol PP, Camat, Kades Sukagalih, Kades Kuta, Babinsa, Bhabibkamtibmas. Ada sekitar 15 orang," ujar salah satu petugas yang enggan disebut namanya saat dihubungi TribunnewsBogor.com, Selasa (5/1/2021).

Kedatangan Muspika ini bertujuan untuk sosialisasi dan memastikan agar tidak ada atribut Front Pembela Islam (FPI) di kawasan Markaz Syariah Megamendung.

Hal ini berkaitan dengan pelarangan FPI oleh pemerintah yang resmi diumumkan pada Rabu (30/12/2020) lalu.

Dalam kunjungan ini, Muspika Megamendung disambut oleh pengelola Pesantren Agrokultural sekaligus Markaz Syariah dengan baik.

"Suasananya biasa saja, kami diterima sama Habib Thariq, penjaga di Markas Syariah, kami sampaikan dari muspika sesuai dengan keputusan bersama dari menteri dalam negeri, menteri hukum, menteri kominfo, jaksa agung, kemudian kepala kepolisian, kepala BNPT, penggunaan atribut sesuai yang tertera dalam SK tersebut itu FPI dilarang atau pun dilarang menggunakan atribut, simbol dan sebagainya," katanya.

Dalam kunjungan ini, petugas juga tidak menemukan satu pun antribut FPI di kawasan Markaz Syariah.

Termasuk pula petugas pesantren yang mana tak ada satu pun yang didapati mengenakan seragam laskar FPI.

Sebab Muspika Megamendung secara persuasif melakukan sosialisasi terlebih dahulu terkait pelarangan FPI beserta atributnya ini.

"Kita tidak menemukan, pengecekan ke dalam tidak ada (atribut FPI). Karena kita memang persuasif dulu kepada mereka supaya menurunkan dulu dan mereka melaksanakan itu. Kemudian kita pastikan pengecekan, benar-benar tidak ada," ungkapnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved