Breaking News:

Awas, Pengendara Motor yang Asal Berteduh Saat Hujan Bisa Kena Denda Rp 250.000

Merujuk pada pasal 104, polisi berhak menegur dan meminta pengendara untuk jalan terus jika dinilai membuat macet.

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Ilustrasi berteduh 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Sejumlah wilayah di Indonesia masih memasuki musim hujan.

Bahkan pada beberapa titik tertentu, intensitasnya cukup tinggi hingga meninggalkan genangan air.

Maka bagi para pengguna sepeda motor diimbau untuk selalu membawa jas hujan agar tak menerapkan sistem stop and go alias berteduh saat menempuh perjalanan.

Pasalnya, sebagaimana dikatakan Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu, kebiasaan tersebut bisa berakibat fatal dan kurang bertanggung jawab.

"Dari perspektif safety riding, jelas perilaku tersebut (berhenti di jalan) tidak aman dan bisa dikatakan nyaris tidak bertanggung jawab," kata Jusri kepada Kompas.com, belum lama ini.

Lagipula, berteduh dengan sembarangan saat hujan seperti di kolong jembatan atau flyover, underpass, dan pinggir jalan ialah dilarang karena mengganggu kelancaran lalu lintas.

Hal ini tertuang dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang LLAJ tepatnya pada pasal 106 ayat 4 yang berbunyi;

"Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan wajib mematuhi ketentuan:

a. Rambu perintah atau rambu larangan

b. Marka Jalan

Halaman
12
Editor: Vivi Febrianti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved