Breaking News:

Catat, Ini Daftar 8 Aturan Pembatasan Kegiatan di Jakarta, Berlaku Mulai Hari Ini

Kendati demikian, dia menegaskan bahwa pengetatan ini diambil berdasarkan PPKM Jawa-Bali yang sebelumnya diumumkan oleh pemerintah pusat.

Editor: khairunnisa
TRIBUNJAKARTA.COM/DIONISIUS ARYA BIMA SUCI
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan saat menggelar konferensi pers di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (30/3/2020). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat ( PPKM) sebagai langkah untuk semakin menekan angka penularan Covid-19 di Indonesia mulai diterapkan hari ini, Senin (11/1/2021).

Secara garis besar, peraturan yang berlaku di Pulau Jawa dan Pulau Bali ini membatasi sejumlah kegiatan, di antaranya perkantoran, pembelajaran di sekolah, operasional pusat perbelanjaan, seni budaya, dan peribadatan.

Pemprov DKI Jakarta yang sebelumnya sudah memutuskan pembatasan sosial berskala besar ( PSBB) transisi pada 3-17 Januari 2021 melakukan penyesuaian terhadap aturan baru tersebut.

Oleh karenanya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerbitkan Keputusan Gubernur Nomor 19 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan, Jangka Waktu, dan Pembatasan Aktivitas Luar Rumah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Melalui Kepgub ini, Anies menetapkan pemberlakuan PSBB pada 11-25 Januari 2021.

Anies juga menerbitkan Pergub Nomor 3 Tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Corona Virus Disease 2019.

Baca juga: Kenang Sosok Pilot Sriwijaya Air SJ 182, Keponakan Teringat Nasihat Captain Afwan : Beliau Penyayang

Baca juga: Penelitian Terbaru, Bagaimana Covid-19 Ditularkan oleh Orang Tanpa Gejala ?

Namun, dalam pergub dan kepgub yang diterbitkan, Anies tak menggunakan istilah PPKM yang diumumkan pemerintah pusat, tetapi menggunakan istilah PSBB.

Kendati demikian, dia menegaskan bahwa pengetatan ini diambil berdasarkan PPKM Jawa-Bali yang sebelumnya diumumkan oleh pemerintah pusat.

Berikut aturan pembatasan yang berlaku di DKI Jakarta:

1. Tempat kerja menerapkan 75 persen bekerja dari rumah atau work from home.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved